Kumat Jambret Pagi Hari, Sasarannya Ibu-ibu | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Kumat Jambret Pagi Hari, Sasarannya Ibu-ibu

Kumat Jambret Pagi Hari, Sasarannya Ibu-ibu Empat orang yang diduga pelaku jambret dengan menggunakan motor yang terekan camera CCTV.(ist)

Klikapa.com- Jambret di pagi hari kumat di wilayah Kabupaten Malang. Empat orang pelakunya membetot kalung emas yang dipakai Mutmainah, 60, warga Kampung Pulesari, Desa Tirtomoyo, Pakis, Kabupaten Malang, Senin (7/11/2022). 

Sayangnya kasus ini belum dilaporkan ke polisi. Namun kasus ini telah diunggah ke media sosial di salah satu grup Facebook.

Informasi di lapangan, peristiwanya sekitar pukul 05.40. Saat itu korban sedang berolahraga pagi, dengan jalan kaki di sekitar tempat tinggalnya. 

Riki Erlangga Agustian, salah seorang tetangga korban di RT02 RWIX Kampung Pulesari, membenarkan kejadian itu. Dia juga yang mengunggah hasil rekaman CCTV saat kejadian ke salah satu grup Facebook. 

Tampak dalam video, keempat pelaku kabur usai melakukan menjambret korban. 

“Yang terekam hanya empat pelaku yang lewat dengan mengendarai dua motor dengan kecepatan tinggi usai menjambret,” ujarnya. 

Menurut dia, korban adalah tetangganya yang berjarak beberapa rumah dengannya. Ia menyebut jambret tak terekam CCTV dengan sangat jelas. 

Saat itu, dirinya tidak berada di rumah. Setelah mendengar ada kejadian, ia memeriksa rekaman CCTV usai pulang kerja. 

Dari rekaman CCTV, tampak pengendara motor mengenakan jaket hitam dan berboncengan. Salah satunya mengenakan jaket abu-abu dan helm berwarna merah, biru serta putih. 

Atas peristiwa itu sebagian besar warga sekitar menyayangkan peristiwa jambret terjadi kembali. Sebab, sebelumnya, aksi dua jambret yang juga terekam CCTV di Perumahan Saptoraya, Pakis, Senin (26/9) belum terungkap. 

“Di CCTV terlihat menggunakan motor Yamaha Vega R dan Honda Beat New,” lanjut dia. 

Sementara Kapolsek Pakis, AKP M. Luthfi mengaku belum mendapat laporan dari korban penjambretan di Kampung Pulesari itu. Meski begitu pihaknya telah melakukan penyelidikan terkait informasi itu. (tyo/mar)


BERITA TERKAIT