PSSI Bantah Saling Lempat Tanggungjawab Soal Tragedi Stadion Kanjuruhan | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

PSSI Bantah Saling Lempat Tanggungjawab Soal Tragedi Stadion Kanjuruhan

  • 12-10-2022
  • Editor :junaedi
  • dibaca :31647
PSSI Bantah Saling Lempat Tanggungjawab Soal Tragedi Stadion Kanjuruhan Ketua Komisi Disiplin PSSI Erwin Tobing.(dok.cnn)

Klikapa.com -PSSI merespon anggapan Polhukam Mahfud MD saling lempar tanggungjawab soal Tragedi Stadion Kanjuruhan. Ketua Komisi Disiplin PSSI Erwin Tobing membantahnya.

Erwin Tobing menyebut PSSI sudah bertanggung jawab dalam tragedi yang menewaskan setidaknya 132 nyawa itu.

Bentuk tanggung jawab yang dilakukan katanya, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan atau Iwan Bule telah hadir ke Malang selama sepekan.

"Apanya [lempar] tanggung jawab? Hasil investigasi kan bahan evaluasi pertanggungjawaban itu Ketum sudah seminggu menangani di Malang," kata Erwin usai diperiksa di Polda Jatim, Rabu (12/10).

Iwan Bule, kata dia, telah berkomitmen untuk membuat perubahan pengelolaan liga menjadi lebih baik. Menurutnya itu juga bagian dari tanggung jawab PSSI.

"Pertanggungjawaban tentu membuat perbaikan-perbaikan, beliau sudah membuat komitmen akan membuat perubahan," ucap Erwin.

"Banyak [perubahan] mungkin cara panpel, banyak aspek lah, pertandingan kan tidak bisa satu aspek, salah satunya mendisiplinkan mungkin suporter," kata Erwin menambahkan.

Erwin juga mempertanyakan, pernyataan Mahfud yang menyebut penyelenggaraan Liga Indonesia yang kacau.

"Kacau gimana? Tanya yang mengatakan dong, jangan tanya saya. Yang kasih statement itu, kacaunya di mana?," kata Erwin.

Sebelumnya Menko Polhukam Mahfud MD menilai aksi saling hindar tanggung jawab antara PT LIB, PSSI hingga Indosiar dalam menyikapi tragedi Stadion Kanjuruhan Malang menjadi bukti berjalannya liga sepak bola Indonesia berjalan agak kacau.

Mahfud mengatakan kondisi tersebut membahayakan dunia persepakbolaan di Indonesia. Karenanya, Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) bakal mencari akar masalahnya sebagai bahan untuk menyusun rekomendasi ke depannya.(cnn)
 


BERITA TERKAIT