BPBD Jatim Catat Korban Tragedi Stadion Kanjuruhan Menjadi 174 Orang Meninggal | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

BPBD Jatim Catat Korban Tragedi Stadion Kanjuruhan Menjadi 174 Orang Meninggal

  • 02-10-2022
  • Editor :junaedi
  • dibaca :1059
BPBD Jatim Catat Korban Tragedi Stadion Kanjuruhan Menjadi 174 Orang Meninggal Ricuh Stadion Kanjuruhan usai laga Arema FC melawan Persebaya yang mengakibatkan 174 orang meninggal dunia.(dok.afp)

Klikapa.com -Korban jiwa dalam Tragedi Stadion Kanjuruhan terus bertambah.  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mencatat korban meninggal menjadi 174 orang. 

"Data BPPD Jatim pada pukul 10.30 tadi memang demikian, 174 korban meninggal," kata Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, seperti diutip cnnindonesia.

Emil mengatakan total ada 11 orang luka berat. Sementara sudah ada 298 orang lainnya luka ringan. 

Pihaknya juga mengatakan ada 8 rumah sakit rujukan untuk para korban: RSUD Kanjuruhan, RS Wava Husada, Klinik Teja Husada, RSUD Saiful Anwar, RSI Gondanglegi, RSU Wajak Husada, RSB Hasta husada, dan RSUD Mitra Delima.

"RS Saiful Anwar tadi sudah membantu identifikasi. Ada lebih dari 10 korban jiwa yang belum bisa teridentifikasi," ucap Emil.

"Kalau ada keluarga yang mau lapor itu poskonya [crisis center] ada di depan Balai Kota Malang. Kontaknya 112, di BPPD Kota Malang," sambung Emil.

Akan tetapi data itu berbeda dengan yang dilaporkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang. Hingga pukul 14.53, disebutkan korban meninggal dunia ada 131 orang.

"Rekapitulasi meninggal dunia 131 orang," bunyi keterangan dari Dinas Kesehatan Malang.

Dirincikan, korban yang mengalami luka ringan sebanyak 253 orang. Kemudian luka berat sebanyak 31 orang.

"Data masih akan di-update oleh RS, Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Dinas Kesehatan Kota Malang," lanjut keterangan tersebut.

Tragedi Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang  usai laga Arema FC melawan Persebaya di Pekan 11 Liga1 2022-2023.  Dalam laga itu Arema kalah 2-3. 

Kecewa atas kekalahan,  sejumlah suporter masuk lapangan.  Insiden itu segera direspons polisi dengan mengadang dan menembakkan gas air mata.

Gas air mata tidak saja ditembakkan kepada suporter yang memasuki lapangan, tetapi juga ke arah tribun penonton yang kemudian memicu kepanikan suporter. 

Akibatnya, suporter berlarian dan berdesakan menuju pintu keluar, hingga sesak nafas, penumpukan massa, dan terinjak-injak.

Tidak sampai di situ saja, suporter yang marah kemudian membakar sejumlah fasilitas stadion


BERITA TERKAIT