Tragedi Stadion Kanjuruhan Sejarah Kelam Sepek Bola Mematikan ke 2 di Dunia | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Tragedi Stadion Kanjuruhan Sejarah Kelam Sepek Bola Mematikan ke 2 di Dunia

  • 02-10-2022
  • Editor :junaedi
  • dibaca :345
Tragedi Stadion Kanjuruhan Sejarah Kelam Sepek Bola Mematikan ke 2 di Dunia Salah satu korban yang ditolong saat terjadi kericuhan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Minggu (1/10/2022).

Klikapa.com -Tragedi Stadion Kanjuruhan bisa jadi bukan saja menjadi sejarah terburuk persebakbolaan Indonesia tapi juga tragedi juga masuk deretan sepak bola paling mematikan di dunia. 

Dengan jumlah korban meninggal dunia mencapai 127 orang menjadi korban terbesar kedua di dunia pada gelaran sepak bola.

Mengutip Priceonomics, sebelumnya, bencana kerusuhan dalam sepak bola yang paling mematikan yang pernah ada di dunia adalah Bencana Nasional Estadio (Peru) 1964 saat pertandingan Peru melwan Argentina. Jumlah korban mencapai 328 orang. 

Selanjutnya Bencana Stadion Olahraga Accra di Ghana terjadi 29 Mei 2001 denga jumlah korban jiwa mencapai 126 orang. Saat itu pertandian tim nasional Ghana Acra Herts melawan Asante Cottoco.

Kemudian tragedi sepak bola Hillsborough di Inggris pada 15 April  tahun 1989 menelan korban jiwa sebanyak 96 orang. Tragedi sejarah bola terburuk di Eropa itu terjadi saat laga akan dimulai antara Leverpool melawan Nottingham Forest.

Tragedi Kanjuruhan menewaskan 127 orang dan  berpotensi terus bertambah mengingat masih banyak korban yang dirawat di rumah sakit. Kondisi itu akan membuat peristiwa ini melewati jumlah korban Bencana Stadion Olahraga Accra di Ghana yang menelan 126 korban jiwa.

Diketahui, gelaran pekan ke 11 Liga1 pertandingan Arema FC melawan Persebaya Surabaya. laga itu berjalan sengit dan berkesudahan 2-3 untuk Persebaya. Saat laga usai,suporter kecewa dan merangsek ke lapangan.

Kericuhan pun terjadi antara aparat dan penonton, gas air mata ditembakkan dan suporter berhamburan keluar  stadion. Di salah satu pintu tribun sudah penuh suporter dan terjadi saling berdesakan antarsuporter.

Hasilnya, banyak suporter lemas, sesak nafas dan terinjak-injak. Data Kepolisian menyebut 34 orang meninggal di Stadion sisanya di rumah sakit saat dalam perawatan.

Kerusuhan suporter itu kata Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD bukan akibat rivalitas suporter kedua tim. Karena suporter Persebaya tidak hadir di stadion itu.
 


BERITA TERKAIT