Anak Pemilik Toko Swalayan Sardo, Gugat Harta Gono-gini Orang Tua | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Anak Pemilik Toko Swalayan Sardo, Gugat Harta Gono-gini Orang Tua

Anak Pemilik Toko Swalayan Sardo, Gugat Harta Gono-gini Orang Tua Marsha Baniita Firdlo (tengah) di dampingi kuasa hukumnya ketika mengajukan gugatan atas lelang harta gono-gini orang tuanya.(ist)

Klikapa.com -Pemilik toko Swalayan Sardo di Jalan Gajayana Kota Malang digugat anaknya. Marsha Baniita Firdlo, 32, warga Perum Griyashanta, Kota Malang menggugat kedua orang tuanya, Imron Rosyadi dan Tatik Suwartiatun ke Pengadilan Agama (PA) Kota Malang, terkait harta goni-gini orangtuanya, Selasa (20/9/2022).

Imron dan Tatik yang merupakan pemilik toko swalayan yang ternama itu, memang sudah bercerai. Gugatan sang anak itu merespon sikap Imron, sang bapak, yang melelang harta goni-goni dengan Tatik.

Marsha mengajukan gugatan perlawanan lelang harta gono gini orang tuanya yang dilelang oleh Imron. 

“Ibu saya sudah minta agar harta gono gini diserahkan ke anak-anaknya. Tapi ayah saya tidak mau. Justru malah melelangnya. Anehnya, yang dilelang property yang sudah atas nama ibu saya. Kalau yang atas nama ayah saya, tidak diajukan lelang,” terangnya.

Heli, kuasa hukum Marsha, menjelaskan, setelah orang tua kliennya bercerai, Tatik sang ibu, meminta agar harta gono gini diberikan kepada kedua anaknya, Marsha dan Robitho Alam. Adik Marsha baru saja meninggal karena sakit. 

Tatik sendiiri kini sudah mendirikan usaha sendiri Toko Andika di Jalan Mayjen Wiwoyo, ota Malang.

Menurut Heli, ada lima aset gono gini yang seharusnya dibagi. Yakni dua bidang tanah beserta bangunan di Jalan Griyashanta Kota Malang, tanah dan bangunan di Jalan Mayjen Wiyono Kota Malang, sebidang tanah di Jalan Vinolia Kota Malang dan sebidang tanah di Dusun Selorawan, Desa Cangkring Malang, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan. 

“Bu Tatik sudah kooperatif selama ini, tapi mantan suaminya tidak,” tegas dia.

Heli menuturkan, PA Kota Malang mengabulkan permohonan lelang yang diajukan Imron. Bahkan, rencananya, lelang akan dilakukan di KPKNL Malang. 

“Lelang itu alternatif terakhir ditempuh bila tidak ada kata mufakat atau tidak bisa dibagi secara fisik. Kenyataannya, pak Imron tidak memiliki itikad baik dan memilih lelang,” tuturnya.

Menurutnya, perlawanan lelang yang sudah digulirkan dalam sidang perdana


BERITA TERKAIT