Perampok Kakek di Pagelaran ternyata Pelakunya Lansia Residivis | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Perampok Kakek di Pagelaran ternyata Pelakunya Lansia Residivis

Perampok Kakek di Pagelaran ternyata Pelakunya Lansia Residivis Tersangka rampok di Pagelaran, Gondanglegi, Kabupaten Malang yang diamankan Polres Malang.(ist)

Klikapa.com -Pelaku perampokan terhadap Lasiran, 60, warga Desa Plandi, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang berhasil diungkap Polres Malang. 

Peristiwanya perampokan itu sempat viral di media sosial. Terjadi di perkebunan jagung, Desa Kanigoro, Kecamatan Pagelaran, Selasa (2/8) siang pukul 13.00 wib, korbannya yakni penjual tompo atau kerajinan tempat nasi yang terbuat dari anyaman bambu. 

Polisi bergerak cepat melakukan penyelidikan. Hasilnya, pelaku berhasil ditangkap. Yakni Gimen, 61, warga Desa Brongkal, Kecamatan Pagelaran. Dia ditangkap anggota gabungan Polsek Kepanjen dan Satreskrim Polres Malang, Rabu (3/8/2022). 

Ternyata, pelaku ini sudah masuk dalam catatan petugas. Tersangka Gimen diketahui sudah berulangkali masuk penjara alias residivis dengan kasus yang sama. 

Kapolres Malang, AKBP Ferli Hidayat mengakui pihaknya bergerak cepat setelah kasus ini viral di medson. Dari informasi yang beredar, korban membawa barang dagangannya melintasi Jalan Raya Talangagung, Kecamatan Kepanjen.

Di tempat itu, Gimen mendatangi korban dengan dalih memborong dagangannya. Tersangka pun membonceng korban, menggunakan sepeda motornya menuju daerah perkebunan jagung yang ia anggap sepi. 

“Di sana, pelaku memukuli korban hingga pingsan, dan mengambil uang hasil dagangan korban,” lanjut Ferli. 

Atas peristiwa itu,  anggota gabungan Polsek Kepanjen dan Satreskrim Polres Malang segera melakukan penyelidikan. Termasuk memeriksa korban Lasiran. 

Hasilnya, tak sampai 24 jam pelaku berhasil ditangkap. Yang tidak lain lansia residivis yang sehari – hari bekerja sebagai petani. Tersangka ditangkap di rumahnya.
  
Saat diperiksa petugas, tersangka mengaku perbuatannya. Ia sengaja membawa korban ke tempat sepi untuk mempermudah aksinya. 

“Saya pukuli korban dengan tangan dan helm hingga tak sadarkan diri. Setelah korban tidak sadar, uangnya saya ambil,” akunya di depan penyidik. 

Gimen juga tak menyangkal jika dirinya sudah tiga kali masuk jeruji besi dengan kasus yang sama.

“Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara,” tambah Kasatreskrim Polres Malang, AKP Donny Kristian Bara'langi. 

Selain menangkap


BERITA TERKAIT