Nabire, Jayawijaya dan Merauke Jadi Ibu Kota Provinsi Baru di Papua | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Nabire, Jayawijaya dan Merauke Jadi Ibu Kota Provinsi Baru di Papua

  • 29-06-2022
  • Editor :junaedi
  • dibaca :1128
Nabire, Jayawijaya dan Merauke Jadi Ibu Kota Provinsi Baru di Papua ilustrasi wilayah Papua yang bakal menjadi tiga provinsi.(ist)

Klikapa.com - Tiga wilayah di Papua yakni Merauke, Nabire dan Jayawijaya disepakati sebagai calon ibu kota provinsi hasil pemekaran di wilayah ini. Hal itu sesuai kesepakatan Panitia Kerja RUU Daerah Otonomi Baru (DOB) Papua di DPR.

Dalam kesepakatan itu di antaranya menyebut Kabupaten Merauke sebagai ibu kota Provinsi Papua Selatan, Kabupaten Nabire untuk Provinsi Papua Tengah dan Kabupaten Jayawijaya untuk Provinsi Papua Pegunungan.

"Pada tanggal 27 Juni 2022, panja memutuskan ibu kota provinsi masing-masing dalam RUU pembentukan daerah provinsi di Papua," kata Ketua Panja RUU DOB Papua Junimart Girsang di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta (28/6).


Selain itu, DPR juga sudah menyepakati wilayah cakupan tiga provinsi baru itu. Provinsi Papua Selatan mencakup Kabupaten Merauke, Kabupaten Boven Digoel, Kabupaten Mappi, serta Kabupaten Asmat.

Provinsi Papua Tengah mencakup Kabupaten Nabire, Kabupaten Paniai, Kabupaten Mimika, Kabupaten Puncak Jaya, Kabupaten Puncak, Kabupaten Dogiyai, Kabupaten Intan Jaya, serta Kabupaten Deian.

Sedangkan Provinsi Papua Pegunungan mencakup Kabupaten Jayawijaya, Kabupaten Pegunungan Bintang, Kabupaten Yahukimo, Kabupaten Tolikara, Kabupaten Mamberamo Tengah, Kabupaten Yalimo, Kabupaten Lani Jaya, dan Kabupaten Nduga.

Dalam prosesnya, sempat terjadi perdebatan penentuan ibu kota Provinsi Papua Tengah hingga akhirnya Nabire yang ditetapkan.

Sementara Ketua Komisi II DPR Ahmad Doli Kurnia mengatakan perbedaan pandangan itu dari pendapat bupati di delapan kabupaten Papua Tengah.

Dari delapan kabupaten yang ada di Papua Tengah, menurutnya, enam di antaranya sepakat Nabire menjadi ibu kota, tetapi terdapat dua kabupaten yang memilih Mimika.

"Ada sebagian yang mendukung Nabire, itu didukung oleh enam bupati dari delapan itu.  Kemudian Mimika didukung enam bupati. Nah waktu itu kami sampaikan, kami sudah putuskan di Nabire dengan berbagai pertimbangan," katanya.

Doli menjelaskan Nabire jadi ibu kota Papua tengah dengan pertimbangan untuk pemerataan pembangunan.

"Pertama, ini kan pemekaran ini tujuannya untuk pemerataan pembangunan. Nah Mimika dengan kota Timikanya itu


BERITA TERKAIT