Razia Gabungan Sasar Tempat Kos. 6 Orang Diduga Pelaku Open BO Diamankan | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Razia Gabungan Sasar Tempat Kos. 6 Orang Diduga Pelaku Open BO Diamankan

  • 27-06-2022 penulis : muhaimin
  • dibaca :6609
Razia Gabungan Sasar Tempat Kos. 6 Orang  Diduga Pelaku Open BO Diamankan Petugas ketika melakukan pemeriksaan di sejumlah tempat kos dan rumah makan. Diektahui 6 orang yang diduga praktik open BO di amankan.(ist)

Klikapa.com -Operasi Gabungan Pemkot Malang sasar sejumlah tempat kos di kawasan Sawojajar, Kota Malang. Sedikitnya 6 orang diamankan karena diduga melakukan praktik prostitusi lewat aplikasi atau open BO (booking out).

"Operasi tadi kami berhasil mengamankan enam orang. Mereka ada yang sudah beberapa kali kami amankan. Tiga di antaranya kami berikan Berita Acara Pemeriksaan (BAP), karena mengaku membuka jasa Open BO,"  kata Kabid PPUD Satpol PP Kota Malang, Rahmat Hidayat, Senin (27/6/2022). 

Operasi Pekat itu melibatkan anggota Satpol PP,  Kodim 0833, Denpom V/3 Malang, Polresta Malang Kota, Bapenda dan Dinsos-P3AP2KB Kota Malang. 

Ada dua tempat kos dan penginapan, yang disasar petugas. Dalam operasi itu petugas banyak menemui pelanggaran. 

Salah satunya Perda Kota Malang nomor 8 Tahun 2005 tentang Larangan Tempat Pelacuran dan Perbuatan Cabul, serta Perda nomor 6 Tahun 2006 tentang Penyelenggaraan Usaha Pemondokan. 

Dari Enam orang yang diamankan itu langsung dibawa ke Kantor Satpol PP Kota Malang, untuk diperiksa lebih lanjut. 

"Khusus untuk mereka yang sudah berulang kali kami amankan, akan kami bawa ke Dinsos Kota Malang untuk dilakukan rehabilitasi. Ada yang punya anak, juga  kita bawa ke Dinsos karena tidak ada yang merawat," jelasnya. 

Selain penertiban terhadap pasangan gelap petugas petugas juga menertibkan beberapa rumah makan. Selain karena alasan menunggak pajak dan tidak mendaftarkan usahanya. Total ada tiga lokasi rumah makan yang menjadi sasaran operasi. 

"Jadi agenda ini memang kami laksanakan secara rutin, tujuannya untuk memberikan peringatan kepada masyarakat. Agar selanjutnya tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan, dari perilaku yang melanggar aturan hukum yang berlaku di Kota Malang ini," pungkasnya. (rex/ggs)
 


BERITA TERKAIT