Rencana Alun Alun Kendungkandang Bermasalah. 45 Orang Eks Anggowa DPRD Tuntut Pemkot Malang | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Rencana Alun Alun Kendungkandang Bermasalah. 45 Orang Eks Anggowa DPRD Tuntut Pemkot Malang

  • 27-06-2022 penulis : muhaimin
  • dibaca :6417
Rencana Alun Alun Kendungkandang Bermasalah. 45 Orang Eks Anggowa DPRD Tuntut Pemkot Malang Eks anggota DPRD Kota Malang Agus Soekamto (kanan) menggugat Pemkot Malang. (ist)

Klikapa.com - Rencana pembangunan Alun-alun Kedungkandang, Kota Malang bermasalah. 45 orang mantan anggota DPRD Kota Malang periode tahun 1992-1998 mengklaim tanahnya milik mereka. Alhasil, eks legislator itu mengajukan gugaran ke Pemkot setempat.


Melalui ketua tim perwakilan mereka, Agus Sukamto menyebut, pihaknya mempunyai bukti kuat kepemilihan lahan yang akan dijadikan alun alun itu. 


Bukti yang dimuliki adalah SK pelepasan tanah dari Wali Kota Malang alm HM Soesamto. Surat itu dikeluarkan 1998 silam. Selain itu juga diperkuat dengan SK Wali Kota Malang tahun 2002 era Wali Kota Suyitno. 


"Ada rencana dari Pemkot membangun Alun-alun Kedungkandang, kami pun mengeluarkan somasi pertama pada Februari. Lalu somasi kedua sampai somasi ketiga tidak ada respon, '' kata Agus Senin (27/6/2022). 


''Karena somasi kami tidak ada tanggapan, kami pun menempuh jalur peradilan. Saat itu sudah masuk di Pengadilan Negeri dan sidang berikutnya agenda jawaban dari Pemkot Malang," jelas Agus mantan anggota dari Fraksi Golkar itu. 


Menurut dia, sebenarnya pihaknya lebih mementingkan asas kekeluargaan. Terlebih di usianya yang senja saat ini. Awalnya ia mengaku hanya berharap permasalahan tidak berlarut-larut dan bisa diselesaikan.


Namun katanya melanjutkan, selama ini ia merasa dipermainkan. Sebab ketika pelepasan lahan pun dirinya mengaku diminta melakukan pembayaran sebesar Rp 1 juta kepada Pemkot. 


Termasuk kewajiban membayar BPHTB (Bea Perolehan Hak Tanah dan Bangunan). Meski begitu untuk sertifikat tanahnya tidak jelas.


Terakhir malah tanah itu akan dibangun alun-alun. Merasa tanah itu sudah menjadi haknya, mereka pun meminta kejelasan ikhwal klaim tanah oleh Pemkot yang sebenarnya sudah dihibahkan itu.
 


BERITA TERKAIT