Kasus Tewasnya Nenek Karangploso, Polisi Sebut Suami Siri Korban Sering Datang | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Kasus Tewasnya Nenek Karangploso, Polisi Sebut Suami Siri Korban Sering Datang

Kasus Tewasnya Nenek Karangploso, Polisi Sebut Suami Siri Korban Sering Datang Polisi saat melakukan olah TKP kasus terbunuhnya nenek di daerah Bocek, Karangploso, Kabupaten Malang.(ist)

Klikapa.com -Terbunuhnya nenek Wulrin, 70, warga RT 04 RW 06 Dusun Manggirsari, Desa Bocek, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, terus diselidiki Penyidik Polres Malang. 

Sejumlah saksi telah dimintai keterangan. Tapi saksi kunci yakni cucuk sang nenek masih belum bisa dimintai keternagan karena masih menjani perawandi rumah sakit.

Sebelumnya, Selasa (7/6), Wurlin, nenek berusia 70 tahun tewas dengan kondisi kepala tertutup bantal dan berlumur darah di rumahnya. Cucunya, Muhammad Syaifudin, 18 tahun, kritis akibat luka serius di tenggorokan dan perut.

Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat mengatakan, di rumah itu korban tinggal bersama Muhammad Syaifudin  cucunya. Belakangan sekitar lima tahun terakhir, suami sirri korban kerap datang.

“Hasil pemeriksaan suami siri korban datang seminggu dua kali. Dan saat kejadian, sejatinya suami siri itu waktunya berkunjung,’’ kata Ferli, Rabu (8//6). 

Ferli enggan menyebutkan apakah ada indikasi kepada suami korban pelakunya. Ia mengaku kasusnya masih dalam penyelidikan. 

Dia juga mengaku belum bisa menungkap jelas motif kasus berdarah itu. Terlebih saksi kunci peristiwa yaitu Muhammad Syaifudin, 18, cucu Wulrin, ini belum bisa dimintai keterangan, karena masih menjalani perawatan intensif di RSSA Malang. 

“Masih ada satu saksi kunci yang sejauh ini belum bisa kami mintai keterangan. Karena masih dalam perawatan intensif,’’ tambahnya.

Yang pasti dari hasil pemeriksaan, korban diketahui meninggal dunia akibat pukulan benda tumpul di kepalanya. Pukulan itu menyebabkan pecahnya tengkorak kepala dari depan sampai belakang. 


“Sesuai hasil visum, korban meninggal akibat pukulan benda tumpul di kepalanya, hingga menyebabkan pecahnya tulang tengkorak dari depan hingga pelakang,’’ ungkapnya. 


Kasus itu terungkap bermula dari Udin, sapaan akrab Muhammad Syaifudin meminta tolong. Kejadiannya pagi hari sekitar pukul 07.30  WIB. Udin dalam kondisi tak berdaya merangkak keluar rumah. 

Ia seperti hendak meminta tolong namun tak kuat bersuara. Tubuhnya berdarah-darah. Kondisi itu diketahui Tasim, tetangga yang sedang memperbaki atap rumahnya.


BERITA TERKAIT