Tiba di Gedung KPK, Wali Kota Ambon Mengaku Tak Dijemput Paksa tapi Operasi Kaki | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Tiba di Gedung KPK, Wali Kota Ambon Mengaku Tak Dijemput Paksa tapi Operasi Kaki

  • 13-05-2022
  • Editor :junaedi
  • dibaca :363
Tiba di Gedung KPK, Wali Kota Ambon Mengaku Tak Dijemput Paksa tapi Operasi Kaki Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy saat tiba di Gedung KPK.(dok.liputan6)

Klikapa.com -Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy mengaku tidak dijemput paksa KPK. Ia datang ke Jakarta karena operasi kaki. Pernyataan itu diberikan sesaat ia tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (13/5/2022).

"Saya tidak dijemput paksa, saya operasi kaki," ujar Richard sambil menunjuk ke arah kakinya saat tiba di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

Richard merupakan tersangka kasus dugaan suap terkait pemberian persetujuan izin prinsip pembangunan cabang usaha retail tahun 2020 di Kota Ambon ini menolak disebut dijempat paksa.

Richard yang mengenakan topi dan bermasker ini tiba di markas antirasuah sekitar pukul 18.05 WIB. Dia mengaku siap kooperatif terhadap proses hukum di lembaga antirasuah.

"Sebagai warga negara yang baik saya harus memberi apresiasi dan dukungan terhadap penegakan hukum yang dilakukan KPK," kata dia.

Sebelumnya, KPK memberi pernyataan jika harus menjemput paksa Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy karena tak kooperatif terhadap proses hukum di lembaga antirasuah.

"Kami menilai bahwa salah satu tersangka tersebut tidak kooperatif sehingga tim penyidik KPK hari ini masih dalam proses penjemputan paksa, para pihak utamanya, satu orang," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Jumat (13/5).

Ali mengatakan, sebelum dijemput paksa, Richard terlebih dahulu dipanggil untuk dimintai keterangan. Namun rupanya Richard tak memenuhi panggilan KPK hingga akhirnya diteritkan surat perintah penangkapan.

"Hari ini kami memanggil dua orang yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka. Sejauh ini kami belum mendapatkan informasi kehadiran dari pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka," kata dia.
 


BERITA TERKAIT