Pembuang Bayi di Merjosari, Seorang Mahasiswi. Kasusnya Sedang Disidang di PN Malang | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Pembuang Bayi di Merjosari, Seorang Mahasiswi. Kasusnya Sedang Disidang di PN Malang

Pembuang Bayi di Merjosari, Seorang Mahasiswi. Kasusnya Sedang Disidang di PN Malang Terdakwa pembuang bayi yang baru dilahirkan saat diperiksa petugas Kejaksaan Negeri Malang.(ist)

Klikapa.com -Kasus pembuangan seorang bayi yang baru dilahirkan di Jalan Joyomulyo Gang II RT 3 RW 3 Kelurahan Merjosari, Lowokwaru Kota Malang, pada 4 Januari 2022 lalu terungkap.  Pelakunya tidak lain adalah sang ibu bayi yang berinisal NR,20.

NR dikenal sebagai mahasiswi dan tinggal indekos di di Jalan MT. Haryono. Masiswa salah satu perguruan tinggi itu berasal dari Maluku. Kini ia menjadi terdakwa di Pengadilan Negeri (PN) Malang atas kasus pembuangan anak yang dikandungnya.

Menurut Kasi Intelijen Kejari Kota Malang Eko Budisusanto, NR sebenarnya sudah menjalani persidangan sejak 28 Maret 2022 lalu.  Kasusnya kini sedang dalam pemeriksaan sejumlah saksi.

Dalam sidang sebelumnya, NR juga tidak menyangkal atas dakwaan jaksa Irawan Eko Cahyono. Terdakwa mengaku sebelumnya, menyembunyikan ikhwal dirinya yang mengandung.

Terdakwa mengakui bayi yang dikandungnya itu dari buah cintanya dengan kekasihnya.

Hingga pada hari kelahiran sang bayinya. NR mengaku melahirkan sang anaknya secara normal. Namun lantaran ia binggung, takut dan malu, akhirnya memutuskan untuk membuang bayi yang baru dilahirkan.

NR mengakui jika saat itu bayi yang dilahirkan berjenis kelamin laki-laki. Ia pun membungkus bayi itu dan ditaruh di dalam kardus dan diletakkan di teras rumah warga. Ia membuang bayi itu malah hari sekitar pukul 22.00.
 
Akibat perbuaran itu,  NR kini menghadapi dakwaan Pasal 77B UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak juncto Pasal 76B UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. 

NR juga didakwa atas dakwaan kedua atau subsider dengan Pasal 305 KUHP tentang Pembuangan Anak. 

"Terdakwa terancam pidana penjara paling maksimal lima tahun enam bulan. Kami saat ini juga sedang menyusun tuntutan hukumannya. Tuntan jadwalnya Senin (23/5) mendatang," lanjut Eko. 

Penemuan bayi itu sebelumnya


BERITA TERKAIT