Sling Lift Rumah Putus, Penderita Obesitas 275 Kg, Patah Tulang | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Sling Lift Rumah Putus, Penderita Obesitas 275 Kg, Patah Tulang

  • 08-05-2022 penulis : Guest Girsang
  • Editor :junaedi
  • dibaca :9867
Sling Lift Rumah Putus, Penderita Obesitas 275 Kg, Patah Tulang Petugas sempat kesulitan menolong penderita obesitas saat mengalami kecelakaan karena lift jatuh di rumahnya jatuh karena tak kuat menahan beban.(ist)

Klikapa.com -Tali sling lift di rumahnya putus, seorang warga di Perumahan Puri Kartika Asri Kelurahan Arjowinangun, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang harus dirawat di rumah sakit, Sabtu (7/5). Ia mengalami patah tulang.

Korban diketahui bernama Dwi Ariesta Wardana yang berprofesi sebagai wiraswasta.  Ia kini sedang dalam perawatan karena menderita patah tulang kaki.

Keterangan di lapangan menyebutkan, korban dikenal bertumbuh subur. Beratnya sekitar 275 Kg. Karenanya rumahnya dilengkapi dengan lift. 

Saat kejadian diduga lift tidak kuat kuat dan tali slingnya putus. Korban yang berada di dalam lift itu akhir terjatuh dari ketinggian sekitar 3 meter.

"Sebenarnya korban terjatuh pada pukul 09.00 WIB. Namun, keluarga baru memberitahu kami sekitar pukul 10.20 WIB,'' terang Koordinator Evakuasi PMI Kota Malang Naufal Zhorifah. 

Naufal merinci, kejadiannya bermula ketika korban hendak turun dari lantai dua rumahnya dengan menggunakan lift yang telah dimofikasi. Diduga lift tidak kuat menopang beban berat dan terjadilah insiden itu. 

"Di saat korban menekan tombol lift untuk turun, tiba-tiba tali sling atau kawat penghubung mesin dan lift yang dinaiki korban terputus. Korban pun jatuh dari ketinggian sekitar tiga meter," lanjutnya. 

Saat evakuasi, selain PMI Kota Malang juga dilibatkan petugas lain yakni dari UPT. Damkar Kota Malang dan juga relawan RJT Kota Malang.

Kepala UPT Damkar Kota Malang Teguh Budi Wibowo menjelaskan, proses evakuasi korban sempat mengalami kesulitan.  Selain kondisi lift yang sempit, untuk mengangkat korban, petugas harus mengerahkan 10 orang.

"Memang butuh kehati-hatian, penderita obesitas ini kan patah tulang dan takutnya ada luka serius lainnya. Kami harus lebih hati-hati dan tak mau mengambil risiko," tegasnya. (ian/ggs)
 


BERITA TERKAIT