Bapak Bejat, 2 Putrinya Dijadikan Budak Nasuf Sejak 2021 | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Bapak Bejat, 2 Putrinya Dijadikan Budak Nasuf Sejak 2021

Bapak Bejat, 2 Putrinya Dijadikan Budak Nasuf Sejak 2021 Tersangka bapak perpkosa dua putrinya saat digelandang petugas Kejaksaan Negeri Malang.(ist)

Klikapa.com - Seorang bapak berinisal IQ,47, warga Sukun, Kota Malang sungguh bejat tabiatnya. Dua putrinya yang berusia 8 dan 6 tahun menjadi pelampiasan nafsu bejatnya sejak tahun 2021. Kasus itu terbongkar setelah salah seorang kerabatnya melaporkan ke polisi.

Menurut Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang Eko Budisusanto kasus ini kini. Menyusul pelimpahan kasusnya ke Kejaksaan, Selasa (12/4/2022).

Menurut Eko, tersangka melakukan pencabulan terhadap anak kandungnya - sebut namanya -Mawar, 8 dan Melati, 6. Keduanya putri tersangka dari perkawinannya dengan mendiang istrinya WW. 

IQ yang tinggal dengan kedua putrinya itu menjadi liar, keji dan sanga tega mencabuli anak kandungnya karena alasan tak bisa menahan hawa nafsunya. 

"Tersangka mencabuli kedua anaknya November 2021 lalu. Berawal sekitar pukul 21.00 pelaku mengajak Mawar menonton video porno secara online. Setelah menonton itu, tersangka menyetubuhi putri sulungnya itu," terangnya. 

Tidak hanya sekali saja, tersangka terus melakukan secara berulang hingga Desmber 2021. Bejatnya, putrinya yang bungsu juga tidak luput dari pelampiasan nafsu bejat tersangka.

"Kejadian itu membuat kedua anak tersanga takut dan trauma secara psikologis dan psikis. Kondisi itu diketahui salah seorang kerabatnya dan kemudian melapor  ke Polresta Malang Kota," bebernya. 

Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan pasal 81 ayat (3) juncto Pasal 74D Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang. 

Tersangka diancam dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal 15 tahun penjara. (rex/ggs)
 


BERITA TERKAIT