Rakit Senpi Warga Gadang Diganjar 4 Tahun Penjara | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Rakit Senpi Warga Gadang Diganjar 4 Tahun Penjara

Rakit Senpi Warga Gadang Diganjar 4 Tahun Penjara Sidang virtual, perakit Senpi ilegal diganjar 4 tahun penjara.(ist)

Klikapa.com -Merakit senjata api (Senpi) ilegal, Zainil Abidin alias Ucok, warga Kelurahan Gadang Kecamatan Sukun, Kota Malang diganjar hukuman empat tahun penjara. Amat putusan itu dijatuhkan Majelis Hakim PN Malang, Senin (10/1/2022).

Terhukum sendiri saat itu tidak hadir langsung di persidangan. Ia hanya mengikuti jalannya persidangan sekaligus mendengarkan amar hakim secara virtual.

Ketua Majelis Hakim Mira Sendangsari dalam amat putusannya menyebut terdakwa Ucok terbukti secara sah melanggar pasal 1 ayat (1) UU Darurat nomor 12 tahun 1951 tentang mengubah Ordonnantie Tijdelijke Bijzondere Strafbepalingen (Stbl. 1948 No.17) dan Undang-undang RI Dahulu NR 8 tahun 1948. Sekaligus berdasar pertimbangan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), terdakwa divonis hukuman pidana selama empat tahun.

"Vonis tersebut berdasarkan fakta persidangan dan tuntutan yang dibacakan JPU, ada beberapa hal yang meringankan terdakwa. Seperti terdakwa belum pernah dihukum serta memiliki tanggungan keluarga," ungkap Mira Sendangsari. 

Ucok ditangkap Polresta Malang Kota  pada 17 April 2021 lalu. Iia ditangkap karena kepemilikan senjata api rakitan. Ucok diamankan di rumahnya di Jalan Gadang Gang IB Kelurahan Gadang  Kecamatan Sukun Kota Malang. 

Dari tangannya, polisi mengamankan dua pucuk senjata jenis revolver yang telah diupgrade menjadi senjata api kaliber 22 LR. Dua buah pen gun warna hitam, satu bor  duduk  merk NRT-PRO, dua buah magazine caliber 9 mm yang belum jadi, satu  buah grenda  merk NRT-PRO, 50 biji tabung kosong CO2, satu buah lup / pipa laras air gun FN Makaraf, satu plastik kecil berisi gotri, satu set perlengkapan untuk modifikasi air gun menjadi senjata api.

"Selain menghukum penjara selama empat tahun, semua barang bukti yang diamankan akan dimusnahkan dan terdakwa dibebankan biaya perkara," lanjutnya. 

Atas keputusan tersebut terdakwa menyampaikan menerima keputusan tersebut. 

"Dari kami memilih untuk pikir-pikir," kata JPU Irawan Eko Cahyono. 

Ucok sendiri dikenal perajin senjata dengan jenis Air


BERITA TERKAIT