Senin, Semua Sekolah Kota Malang Stop Daring. Pelajar Tak Masuk Dianggap Bolos | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Senin, Semua Sekolah Kota Malang Stop Daring. Pelajar Tak Masuk Dianggap Bolos

Senin, Semua Sekolah Kota Malang Stop Daring. Pelajar Tak Masuk Dianggap Bolos Semua Sekolah di Kota Malang Mulai Senin (10/1/2022) tiadakan pendidikan online. Plajar tidak masuk sekolah dianggap bolos.(ipunk)

Klikapa.com - Pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen di Kota Malang dimulai Senin (10/1/2022) mendatang. Semua siswa wajib ke sekolah lantaran tak ada lagi pembelajaran online. Kegiatan ekstrakurikuler alias ekskul juga sudah bisa digelar. 


Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang Suwarjana mengatakan semua sekolah dianggap siap menggelar PTM. Hal itu mencaru kepada SKB 4 menteri, setiap satuan lembaga pendidikan wajib menjalankan kebijakan PTM penuh.  

"Kebijakan itu kan harus ditaati, sedangkan sesuai dengan SKB 4 menteri mengharuskan siswa masuk. Jadi tidak perlu izin orang tua, karena sifatnya wajib," kata Suwarjana. 

Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 menteri tertanggal 21 Desember 202. SKB Menkes Budi Gunadi Sadikin, Mendagri Tito Karnavian, Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim dan Menag Yaqut Cholil Qoumas itu mengharuskan siswa wajib melakukan pembelajaran luring penuh kecuali siswa dalam kondisi sakit. 

Karena pelaksanaan PTM penuh, lanjut Suwarjana, pendidikan Kota Malang sudah tidak melayani kegiatan pembelajaran online atau daring. Alasannya selain kebijakan SKB 4 menteri, kini Kota Malang aman untuk melakukan PTM penuh. 

Seperti diketahui, Kota Malang saat ini masih berada di PPKM Level 2. Tapi sudah memenuhi syarat dengan indikator capaian vaksinasi. 

Bagi orang tua yang tidak mengizinkan anaknya mengikuti PTM penuh maka harus menanggung risiko sendiri. Yakni dianggap bolos lantaran tak mengikuti aturan kebijakan SKB 4 menteri. 


"Risiko tersebut bisa dipahami sendiri, intinya itu wajib. Jika tidak masuk, pasti akan berdampak pada pembelajaran anak," kata mantan Kabag Umum Pemkot Malang ini. 


Karena itulah Suwarjana mengatakan pihaknya terus menggelar sosialisasi. Tujuannya agar orang tua siswa memahami kebijakan pemerintah itu.   

"Kami adakan sosialisasi jika ada orang tua yang tidak mengizinkan (PTM penuh). Pada dasarnya kami tidak memaksa. Yang jelas tidak ada pelayanan daring lagi, karena kami mengikuti kebijakan PTM 100 persen," lanjut Suwarjana. 

Ia menyarankan agar


BERITA TERKAIT