Pagi Tadi Semeru kembali Erupsi. Awan Panas Guguran Meluncur sampai 2,5 KM | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Pagi Tadi Semeru kembali Erupsi. Awan Panas Guguran Meluncur sampai 2,5 KM

  • 06-12-2021
  • Editor :junaedi
  • dibaca :387
Pagi Tadi Semeru kembali Erupsi. Awan Panas Guguran Meluncur sampai 2,5 KM Erupsi Gunung Semeru di Lumajang, pada Sabtu (4/12) sore lalu akibatkan rumah warga truk pengangkut pasir tertimbun material guguran awan panas di Desa Sumber Wuluh, Lumajang, Jawa Timur. (dok antara)

Klikapa.com - Aktivitas magma Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, sampai Senin (6/12) pagi ini belum mereda. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebut erupsi Semeru kembali terjadi sekitar pukul 07.53 WIB.

PVMBG menyebut erupsi itu tercatat di seismogram amplitudo maksimum maksimum 24 mm durasi 240 detik. Jarak luncur awan panas guguran 2,5 kilometer dari pusat guguran mengarah ke Besuk Kobokan

"Erupsi #Semeru berupa Awan Panas Guguran, tanggal 6 Desember 2021 pukul 07:53 WIB," kata PVMBG dalam keterangan tertulis, Senin (6/12).

PVMBG juga mencatat terjadi satu kali letusan dengan amplitudo 13 mm dan durasi 80 detik. Gempa tektonik jauh tercatat satu kali juga dengan amplitudo 30 mm S-P : 17 detik, dan durasi 80 detik.

Selain itu, getaran banjir atau lahar hujan terekam satu kali dengan amplitudo 30 mm dengan durasi 9240 detik.

PVMBG menyampaikan, sampai saat ini status Gunung Semeru masih level II atau waspada.

"Semeru level II," ucapnya.

Terkait itu, PVMBG mengimbau masyarakat atau pengunjung tidak beraktivitas dalam radius 1 km dari kawa puncak Gunung Semeru dan 5 km arah bukaan kawah di sektor tenggara - selatan.

"Serta mewaspadai awan panas guguran, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru. Radius dan jarak rekomendasi ini akan dievaluasi terus untuk antisipasi jika terjadi gejala perubahan ancaman bahaya," ujarnya.

Sebelumnya, PVMBG juga mencatat Gunung Semeru juga masih erupsi pada Minggu (5/12) pukul 05.03 WIB. Erupsi itu tercatat di seismogram amplitudo maksimum 10 mm durasi 201 detik.

Sementara itu, imbas erupsi Gunung Merapi sampai saat ini, 14 orang dinyatakan meninggal, 56 terluka dan 1.300 warga terpaksa harus mengungsi.
 


BERITA TERKAIT