Mahasiswa UB Yang Bunuh Diri Diketahui Pernah Hamil 2 Kali dengan Pacarnya Anggota Polisi | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Mahasiswa UB Yang Bunuh Diri Diketahui Pernah Hamil 2 Kali dengan Pacarnya Anggota Polisi

  • 05-12-2021
  • Editor :junaedi
  • dibaca :1491
Mahasiswa UB Yang Bunuh Diri Diketahui Pernah Hamil 2 Kali dengan Pacarnya Anggota Polisi Wakil Kepala Polda Jatim Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo di Polres Mojokerto ketika merilis kasus kematian seorang mahasiswi UB dan berpacaran dengan anggota Kepolisian.(ist)

Klikapa.com -Kepolisian Polres Mojokerto berhasil mengungkap kasus kematian seorang mahasiswi Universitas Brawijaya (UB). Sang pacar yang merupakan anggota Kepolisian Polres Pasuruan, Bripka RB talah ditangkap.

Sebelumnya, seorang perempuan muda berinisial NWR ditemukan meninggal di dekan makam ayahnya di Kabupaten Mojokerto, Kamis (2/12).  Saat itu ia diduga, korban bunuh diri dengan menenggak racun.  

Dugaan tersebut karena di dekat lokasi ditemukan cairan seperti teh dengan bau menyengat, yang diduga racun. Kasus kematiannya ini sempat viral di media sosial.

Dari hasil penyelidikan polisi, diketahui ternyata NWR pernah hamil dua kali, buah dari hubungan dengan pacarnya, anggota Polres Pasuruan, Bripda RB.

"Korban dan anggota Polri (Bripda RB) ini sudah berkenalan sejak Oktober 2019. Pada saat itu sedang nonton bareng distro baju yang ada di Malang. Keduanya pun akhirnya berkenalan dan bertukar nomor handphone hingga terjadi hubungan (berpacaran)," kata Wakil Kepala Polda Jatim Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo di Polres Mojokerto.

Gaya pacaran NWR dan Bripda RB lanjutnya ternyata kebablasan. Keduanya berhubungan laiknya suami-istri selama rentang waktu 2020 hingga 2021. Hubungan badan itu dilakukan keduanya di beberapa tempat, kadang di indekos korban di Malang. Kadang di sejumlah hotel di Batu dan Malang.  

Akibatnya, korban pun hamil dua kali. Kandungan korban tak sampai melahirkan karena digugurkan. Saat menggugurkan kandungan yang pertama, janin korban baru berusia mingguan. Sementara, kehamilan yang kedua usia kandungan empat bulan.  

"Selain itu ditemukan juga bukti lain korban selama pacaran, yang terhitung mulai Oktober 2019 sampai bulan Desember 2021 melalukan tindakan aborsi bersama yang mana dilakukan pada bulan Maret tahun 2020 dan bulan Agustus 2021," ujar Slamet.

Dia mengatakan, Bripda RB kini sudah diamankan dan ditahan. Dia diproses secara internal dan dijerat dengan Pasal 7 dan 11 Perkap Nomor 14 Tahun 2011 tentang Kode Etik dan juga


BERITA TERKAIT