Polisi Tangkap Wanita Pelaku Pamer Payudara dan Kelamin di Bandara Yogjakarta | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Polisi Tangkap Wanita Pelaku Pamer Payudara dan Kelamin di Bandara Yogjakarta

  • 05-12-2021
  • Editor :junaedi
  • dibaca :324
Polisi Tangkap Wanita Pelaku Pamer Payudara dan Kelamin di Bandara Yogjakarta Wanita yang diduga pelaku pamer payudara dan kelamin di Yogjakarta ditangkap polisi.(ist)

Klikapa.com -Kepolisian telah berhasil menangkan seorang wanita yang diduga pelaku pamer payudara dan kelamin  di Bandara Yogyakarta. Wanita muda bernama Siskaee itu ditangkap saat berada di Bandung.

Kasubag Humas Polres Kulon Progo, Iptu I Nengah Jeffry mengkonfirkasi ikhwal penangkapan pelaku asusia. Wanita uda itu ditangkap Sabtu siang sekitar pukul 14.00 WIB. 

Penangkapan itu juga diamini Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Erdi Ardimulan Chaniago. Dia ditangkap saat berada di Stasiun Bandung.  Dalam penangkapannya, Polda Jabar berkoordinasi dengan anggota dari Polda Daerah Istimewa Yogyakarta dan Polres Kulon Progo. 

Wanita tersebut langsung dibawa ke Mapolrestabes Bandung untuk menjalani pemeriksaan. Saat ini telah dibawa ke Yogjakarta.

"Iya di bawa ke Mapolrestabes Bandung diminta keterangan, setelah itu langsung dibawa ke Polda Yogyakarta. Dia ditangkap sendiri," ujar Erdi. 

Sejauh itu Erdi menyebutkan kasus ini masih didalami. Pihak Polres Kulon Progo dan Polda DIY masih memeriksanya.  

Sebelumnya, viral seorang wanita pamer payudara dan kelamin saat di Bandara Internasional Yogjakarta. Dalam video yang viral itu tertulis di watermark di pojok kanan bawah video bertuliskan OnlyFans.com/siskaeee_ofc. Jeffry memunculkan dugaan bahwa wanita dalam video itu adalah pemilik akun siskaeee_ofc. 

"Melihat video itu diduga diunggah 23 November 2021. Diunggah di akun Koleksir96. Kita lihat di sisi kanan bawah itu tertulis OnlyFans.com/siskaeee_ofc," kata Jeffry, Jumat (3/12). 

Video dibuat tahun 2020 Polisi mengatakan video itu diduga dibuat tahun lalu. Hal ini karena terdapat perbedaan karakteristik bangunan yang dipakat sebagai tempat untuk pengambilan video tersebut dengan kondisi saat itu, yaitu adanya rambu lalu lintas larangan parkir di area tersebut.  
 


BERITA TERKAIT