Baru Menikah, Warga Bululawang Tewas Terjun dari Jembatan | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Baru Menikah, Warga Bululawang Tewas Terjun dari Jembatan

Baru Menikah, Warga Bululawang Tewas Terjun dari Jembatan Lokasi jembatan saat korban nekat menjatuhkan diri.(ist)

Klikapa.com -Seorang bernama Edi Mashuri alias Huri alias Beng, nekat  bunuh diri. warga Jalan Diponegoro Dusun Krajan Desa Kasembon Kecamatan Bululawang, Kabuaten Malang ini tewas setelah melombat dari jembatan Sukoarjo Desa Jambearjo Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, Senin (22/11/2021). 


Warga yang mengetahui peristiwa ini menolongnya dan melarikan korban ke  RS Mitra Delima Bululawang. Namun jiwanya tak tertolong. Beng meninggal saat dalam perawatan.

“Korban meninggal dunia karena mengalami banyak luka di kepala. Dugaan kematiannya karena bunuh diri dengan melompat dari atas jembatan setinggi sekitar 100 meter. Korban melompat sewaktu dibonceng sepeda motor oleh kakaknya,” kata Kapolsek Tajinan AKP Supriyadi.

Ngadiwulan, kakak ipar korban bercerita, sebelumnya hari belakangan Beng bersikap aneh. Ia keluar rumah tanpa izin dan tujuan jelas. Bahkan Beng sempat diantarkan ke Ponpes An-Nur Bululawang untuk dilakukan ruqyah. 

“Bahkan saat menikah, dia meminta maaf kepada semua orang,” ucapnya.

Tengah malam sebelum kejadian, sekitar pukul 01.00 Beng keluar rumah. Kemudian dijemput kakak iparnya berada di dekat Musala tanpa memakai alas kaki. Beng pun diantar ke rumah Ngadiwulan. Pagi harinya usai Subuh, Beng meminta untuk diantarkan pulang.

Akhirnya oleh kakak iparnya, Beng diantar pulang dengan berboncengan motor. Beng meminta melewati jembatan Sukoarjo, alasannya karena jalan alternatif yang biasa dilalui banyak yang berlubang.

"Sewaktu melintas di jembatan, dia sempat minta maaf seakan pamitan. Tiba-tiba meloncat dari atas jembatan," terang Ngadiwulan. 

Takut dengan aksi nekat adiknya, Ngadiwulan meminta bantuan warga sekitar. Kemudian bersama-sama mencari ke bawah jembatan. Sedangkan sebagian warga lainnya melaporkan ke polisi. Saat ditemukan, kondisi korban tidak sadarkan diri dengan luka di kepala.

"Padahal dia baru menikah, ayahnya juga (meninggal) belum seribu harinya,” tutur Ngadiwulan. 

Informasi dari beberapa warga dekat tempat tinggal korban menyebut Beng memang baru menikah dengan wanita asal Kecamatan Tajinan. Dan selama ini korban kerap mengalami kesurupan. 

"Bapak ibunya


BERITA TERKAIT