Kekasih Dicekik hingga Tewas. Alibinya Bunuh Diri | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Kekasih Dicekik hingga Tewas. Alibinya Bunuh Diri

Kekasih Dicekik hingga Tewas. Alibinya Bunuh Diri Tersangka saat memperagakan mencekik pasangan hidupnya hingga tewas.(ist)

Klikapa.com -Polisi merekonstruksi kasus pembunuhan yang beralibi bunuh diri yang terjadi di Jalan Suropati Desa Losari, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, 25 Oktober 2021 lalu. Dalam reka ulang, Jumat (19/11/2021), korban ternyata dicekik oleh tersangka.

Korbannya adalah Fitri Ridhawanti, 24. Sedangkan tersangka tidak lain pasangannya Muhammad Agung Muhajir (MAM), 26. Mereka ini memang tinggal satu rumah meski belum ada ikatan perkawinan.

Reka adegan ini dilakukan setelah polisi menemukan fakta baru. Di mana korban Fitri, warga asal Mojokerto ini, meninggal dunia bukan karena bunuh diri. Fitri meninggal karena dibunuh oleh kekasihnya (MAM), warga asal Desa Kedungringin Kecamatan Beji Pasuruan. 

Sebelumnya, Fitri dikatakan MAM bunuh diri dengan menyayat pergelangan tangan kiri.

Kapolsek Singosari Kompol Acmad Robial mengungkapkan, MAM sudah ditetapkan sebagai tersangka. Dan dalam rekonstruksi kemarin, ada 47 adegan yang diperagakan oleh MAM. Reka adegan ini dilakukan untuk mencocokkan keterangan tersangka dengan kejadian sebenarnya.

“Semula korban memang diduga meninggal karena bunuh diri. Namun hasil penyelidikan ternyata dibunuh oleh kekasihnya,” jelas Acmad Robial.

Menruutnya, pembunuhan itu terjadi setelah keduanya terlibat cekcok mulut di ruang dekat dapur. Selanjutnya di kamar lantai dasar tersangka menganiaya korban. Tersangka memukul kepala dan tubuh korban beberapa kali.

Selang korban tidak berdaya, tersangka masih mencekiknya hingga berujung kematian.

"Kemudian tersangka mencekik leher korban hingga meninggal dunia. Karena itu dia membuat alibi dengan melukai korban seolah korban bunuh diri," terangnya.

Motif kasus ini disebutkan dipicu permasalahan usaha anggrek, hingga kesabaran tersangka memuncak. 

Akibat pembunuhan itu tersangka dijerat pasal 338 KUHP sub padal 351 ayat 3 KUHP. “Ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” tegas mantan Kabagops Polres Sumenep ini.(tyo/agp)
 


BERITA TERKAIT