Penderita Covid-19 Bisa Alami Disfungsi Penciuman Waktu Yang Panjang | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Penderita Covid-19 Bisa Alami Disfungsi Penciuman Waktu Yang Panjang

  • 19-11-2021
  • Editor :junaedi
  • dibaca :1002
Penderita Covid-19 Bisa Alami Disfungsi Penciuman Waktu Yang Panjang ilustrasi.(ist)

Klikapa.com -Sudah cukup banyak orang yang sembuh dari serangan virus corona atau Covid-19. Namun tahukan Anda jika dampak dari virus ini menjadikan penciumannya tidak bisa kembali normal seperti sedia kala.

Salah satu studi terbaru memperkirakan indra penciuman jutaan orang yang terinfeksi Covid-19 tak membaik setelah berbulan-bulan. Peneliti  itu menyebut indra penciuman sebagian orang bisa pulih dan sebagian lagi tidak.

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal JAMA Otolaryngology-Head & Neck Surgery memperkirakan 700 ribu hingga 1,6 jura orang di Amerika Serikat mengalami perubahan indra penciuman selama lebih dari enam bulan. 
Menurut peneliti dari Washington University School of Medicine, jumlah ini bisa lebih rendah daripada yang sebenarnya.

Masih dalam rilis itu, peneliti menilai kehilangan indra penciuman ini merupakan masalah yang serius. Sebagai perbandingan, sebelum pandemi hanya 13,3 juta orang dewasa yang berusia 40 tahun ke atas yang mengalami olfactory dysfunction (OD) atau disfungsi penciuman dan disfungsi penciuman kronik (COD).

"Data ini menunjukkan kekhawatiran kesehatan masyarakat yang muncul tentang OD dan kebutuhan mendesak untuk penelitian yang berfokus pada pengobatan COD COVID-19," kata studi tersebut.

Studi sebelumnya menunjukkan 72 persen pasien Covid-19 mengalami perbaikan kemampuan mencium setelah sebulan. Namun, sebagian lain mengalami proses yang lebih lama.

Kehilangan penciuman mungkin terdengar sepele dibandingkan gejala long Covid lainnya seperti kelelahan kronis dan masalah jantung atau paru. Padahal, kehilangan penciuman juga bisa membahayakan. Orang yang kehilangan penciuman lebih mungkin makan makanan yang basi dan mengalami depresi.

"Ini benar-benar terkait dengan nafsu makan dan hubungan sosial, seperti orang yang kehilangan indra penciumannya mungkin tidak dapat mendeteksi jika mereka memiliki bau badan, dan juga dapat memengaruhi pola makan," kata ahli sensori John Hayes, dikutip dari CNN.

Berdasarkan penelitian yang pernah dilakukan Hayes terhadap pasien Covid-19, terdapat tiga jenis gangguan penciuman jangka panjang yang terjadi. Pertama, kemampuan indra penciuman


BERITA TERKAIT