Nakes Puskesmas Lawang Keluhkan Pemotongan Insentif dari Kemenkes | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Nakes Puskesmas Lawang Keluhkan Pemotongan Insentif dari Kemenkes

Nakes Puskesmas Lawang Keluhkan Pemotongan Insentif dari Kemenkes Nakes Puskesman Lawang Kabupaten Malang keluhkan ada potongan insentif yang mereka terima.(ist)

Klikapa.com - Puluhan tenaga kesehatan (nakes) Puskesmas Lawang resah. Itu lantaran dana insentif mereka menangani pasien Covid-19 diduga disunat jumlahnya. 

Atas dugaan itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang kini turun tangan untuk melakukan cek atas dikeluhkan itu. 

Menurut sejumlah nakes persoalan ini berawal dari dana yang ditransfer Kementerian Kesehatan ke rekening nakes yang menangani pasien Covid-19.  

Namun seorang oknum di Puskesmas Lawang, meminta agar dana transfer ke rekening pribadi masing-masing nakes diserahkan ke puskesmas. Alasannya agar dibagikan untuk bersama di Puskesmas Lawang. 

Pemberitahuan terjadi pada awal Oktober untuk pencairan bulan Juli. Ini sebenarnya bukan baru sekali. Pengumuman serupa juga beredar pada Mei lalu saat pencairan insentif Januari sampai April.    

“Awalnya, alokasi tahun 2020 yang dicairkan Januari 2021 saya mendapat Rp 20 juta untuk insentif selama empat bulan. Tapi disuruh serahkan kembali ke puskesmas secara tunai sebesar Rp 20 juta,” kata seorang nakes Puskesmas Lawang yang meminta dirahasiakan identitasnya. 

Setelah uang itu diserahkan Rp 20 juta, ia baru mendapatkan haknya dari Puskesmas Lawang sebesar Rp 18 juta. Kondisi serupa kembali terjadi lagi pada awal Oktober 2021. 

“Saya ditransfer dari Kementerian Kesehatan Rp 5 juta untuk insentif sebulan. Tapi kembali disuruh serahkan ke Puskesmas, kemudian saya mendapat Rp 3 juta,” sambungnya. 

Kondisi ini selalu terjadi pada setiap pencairan insentif nakes yang menangani pasien Covid-19 di Puskesmas Lawang. Para nakes ini sudah berupaya untuk menanyakan ikhwal itu namun mereka tidak pernah mendat jawaban yang pasti. 

Kepala Puskesmas Lawang dr Julia Rosana saat dikonfirmasi mengaku sudah menyalurkan insentif nakes. Namun ia tidak menjelaskan ikhwal potongan yang dikeluhkan anak buahnya.

“Terakhir dicairkan Oktober untuk jatah bulan Juli," katanya. 

Sedangkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang Arbani Mukti Wibowo mengaku baru mengetahui masalah itu. 

"Yang jelas tidak boleh ada pemotongan insentif," tegas Arbani. 

Dia memastikan segera


BERITA TERKAIT