Pembunuhan Pengusaha Roti Sukun Direkonstruksi. Anak Korban Dihadirkan sebagai Saksi | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Pembunuhan Pengusaha Roti Sukun Direkonstruksi. Anak Korban Dihadirkan sebagai Saksi

  • 07-10-2021 penulis : Agung Priyo
  • Editor :junaedi
  • dibaca :1197
Pembunuhan Pengusaha Roti Sukun Direkonstruksi. Anak Korban Dihadirkan sebagai Saksi Tersangka Sofyan ketika memperagakan pembunuhan di kamar mandi.(ist)

Klikapa.com -Kasus pembuhuhan terhadap pengusaha roti Ratna Darumi Soebagio, 56, di lokasi Jalan Emprit Mas, Sukun, Kota Malang direkonstruksi Polres Malang Kota, Kamis (7/10/2021).

Reka ulang itu itu dilakukan di tempat kejadian yakni di rumah korban di Jalan Emprit Emas. Satu jam lebih reka ulang kejadian itu dilakukan petugas dengan penjagaan yang ketat.

Dalam reka ulang itu, polisi juga menghadirkan tersangka Sofianto Liemmantoro alias Sofyan dan anak semata wahang korban, Bayu Alunratrie, sebagai saksi.

Kasateeskrim Polresta Malang Kota Kompol Tinton Yudha Riambodo mengatakan, rekonstruksi ini untuk mengetahui secara detail kejadian pembunuhan. Total ada 55 adegan pembunuhan yang diperagakan oleh tersangka Sofyan. 

“Kami ingin mengetahui fakta sebenarnya. Sekaligus mencocokkan keterangan tersangka dengan kejadian pembunuhan yang dilakukannya,” jelas Tinton. 

Selain itu, rekonstruksi itu dilakukan untuk melengkapi berkas pemeriksaan tersangka. 

Tinton menambahkan, hampir seluruh adegan yang diperagakan sesuai dengan keterangan tersangka. Sehingga tidak ditemukan fakta baru dalam rekonstruksi pembunuhan tersebut. 

“Hampir semua sama seperti yang diceritakan tersangka. Dan dari hasil rekonstruksi ini, dugaan kami tetap sama, yaitu pembunuhan berencana,” tegasnya. 

Sementara, Kasi Pidum Kejari Kota Malang Kusbiantoro mengatakan, usai rekonstruksi dirinya menunggu berkas perkara dari kepolisian. Pihaknya mengaku sedang menunggu Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP). 

Penasihat Hukum tersangka Helly mengaku siap mendampingi tersangka dalam persidangan. “Kami tidak membenarkan tindakan tersangka, namun tersangka punya hak yang mana harus diterima dan tugas kami di situ,” tegasnya.(rex/agp) 
 


BERITA TERKAIT