Di Hari Pariwisata Sedunia, Kamung Warna Warni Malah Memudar | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Di Hari Pariwisata Sedunia, Kamung Warna Warni Malah Memudar

  • 28-09-2021 penulis : muhaimin
  • dibaca :3972
Di Hari Pariwisata Sedunia, Kamung Warna Warni  Malah Memudar Seiring berjalannya waktu kampung Warna Warni di Kota Malang memudar setelah tidak ada kunjungan wisatawan.(ist)

Klikapa.com - Di Hari Pariwisata Sedunia yang diperingati setiap 27 September, tahun ini belum bisa seperti diharapkan. dampak pandemi Covid-19 membuat sejumlah tempat wisata harus 'tidur'.

Hal ini juga yang sedang dirasakan salah satu destinasi wisat di Kota Malang, Kampung Warna Warni Jodipan (KWJ). Bukan saja kini sepi tanpa pengunjung, daya tarik wisata ini yang mengandalkan cat beraneka warna itu juga kian memudar.


Karena hampir tidak ada pemasukan, praktis warga kampung itu tidak bisa lagi mengecat lagi. Mereka juga hanya bisa mengandalkan swadaya warga semampunya. 


"Wisata ini mengandalkan coraknya, jadi memang setelah beberapa bulan itu warnanya pudar, malah kelihatan kotor. Kalau seperti itu, pasti juga akan mempengaruhi orang tidak mau wisata ke sini,'' kata satu pengelola KWJ, Soni Parin, Selasa (28/9).


Menurutnya, biasanya warga mendapatkan biaya pengecatan ulang dari pengunjung. Namun setelah beberapa bulan ini tutup, tidak ada lagi pemasukan. Bantuan dari Pemkot juga tidak ada.


''Kami juga sudah ajukan bantuan ke Pemkot. Bantuan berupa cat, bukan bantuan uang," terangnya.


Soni mengatakan untuk perawatan memang tidak sedikit. Biasanya membutuhkan 15 galon cat. Itu diprioritaskan untuk spot-spot yang menarik saja.  

"Ada perawatan tapi ya semampunya. Misal ada gambar yang rusak, kalau warga ada yang bisa gambar ya digambar sendiri. Karena untuk operasional kita juga butuh dana, sedangkan kita tidak ada pemasukan sama sekali,'' paparnya. 


Makanya lanjutnya ia mengajukan bantuan. Bantuan seperti itu pernah diberikat sedikitnya 15 galon.


''Kami juga pernah pernah dapat bantuan 1 ton cat pas awal awal itupun sebelum pandemi," bebernya. 


Karenanya ia berharap pandemi segera usai sehingga ada pemasukan dan aktifitas ekonomi di KWJ bisa kembali pulih. 


Terpisah, Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni mengatakan, untuk kampung wisata belum bisa dibuka.


BERITA TERKAIT