PTM Terbatas Kabupaten Malang Sempat Ada Guru Terpapar Covid-19 tapi Tidak Sampai Ada Klaster Sekolah | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

PTM Terbatas Kabupaten Malang Sempat Ada Guru Terpapar Covid-19 tapi Tidak Sampai Ada Klaster Sekolah

  • 27-09-2021 penulis : Ira Ravika
  • Editor :junaedi
  • dibaca :2601
PTM Terbatas Kabupaten Malang Sempat Ada Guru Terpapar Covid-19 tapi Tidak  Sampai Ada Klaster Sekolah ilustrasi PTM Terbatas di Kota Malang.(ist)

Klikapa.com - Pelaksanaan Pembelajaran Sekolah Tatap Muka di wilayah Kabupaten Malang sempat 'diganggu' seorang tenaga pendidik terpapar Covid-19. PTM disekolah sempat dihentikan sementara. Namun Dinas Pendidikan setempat menyakinkan tidak sampai terjadi klaster sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Dr Rachmat Hardijono mengkaui ada  informasi salah satu tenaga pendidik terpapar Covid-19. Saat itu sempat melakukan penghentian sementara PTM.  Namun, setelah dilakukan penelusuran yang bersangkutan tertular dari keluarga. 

“Kami segera berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan melakukan swab antigen kepada seluruh siswa dan tenaga pendidik di tempat yang terpapar Covid-19 mengajar. Alhamdulillah, hasilnya semuanya negatif. Setelah dilakukan penelusuran, tenaga pendidik yang itu terpapar Covid -19 dari besannya atau klaster keluarga,’’ katanya. 

Rachmat menegaskan pihaknya terus menekankan kepada seluruh lembaga pendidikan untuk berhati-hati dan selalu menerapkan prokes secara ketat. 

“Minggu lalu ada sekolah di Karangploso yang tidak mematuhi syarat PTM Terbatas. Di mana siswa masuk lebih dari 50 persen. Meskipun itu atas permintaan orang tua, tetap tidap diperbolehkan. Dan sudah diambil langkah tegas oleh Satgas Covid-19 kecamatan dan Satpol PP,’’ tambahnya. 

Selain itu Rahmat juga mengatakan jika ada warga sekolah yang berisiko dengan gejala kurang sehat atau setelah perjalanan dari luar daerah, Dinas Pendidikan meminta agar yang bersangkutan tidak mengikuti PTM.

“Prinsip dasarnya, penerapan prokes ketat bagi tenaga kependidikan dan peserta didik, serta tidak kalah pentingnya peran serta masyarakat secara aktif termasuk orang tua. Ini penting. PTM memang sangat penting, tapi kesehatan warga sekolah  prioritas utama,’’ ungkapnya.

PTM terbatas di lingkungannya disebutkan sudah cukup banyak. Sesuai data di website www.sekolah.data.kemendikbud.go.id, dari 4.627 lembaga sekolah, 3.642 sudah menerapkan TPM terbatas atau sudah 78,71 persen. Sementara 985 sekolah belum menggelar PTM terbatas. 
 


BERITA TERKAIT