Kemendikbudristek Klarifikasi Klaster Covid-19 Saat PTM Terbatas | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Kemendikbudristek Klarifikasi Klaster Covid-19 Saat PTM Terbatas

  • 24-09-2021
  • Editor :junaedi
  • dibaca :2127
Kemendikbudristek Klarifikasi Klaster Covid-19 Saat PTM Terbatas PTM terbatas di sejumlah sekolah di Kota Malang.(ist)

Klikapa.com -Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengklarifikasi data klaster Covid-19 di sekolah saat pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Data yang beredar di publik itu dikalim belum diverifikasi oleh pihaknya.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, Pendidikan Menengah (PAUD Dikdasmen) Kemendikbudristek, Jumeri menyatakan data yang beredar ke publik bukan menunjukkan klaster Covid-19 di sekolah.

"Angka 2,8 persen satuan pendidikan itu bukanlah data klaster Covid-19, tetapi data satuan pendidikan yang melaporkan adanya warga sekolah yang pernah tertular Covid-19," kata Jumeri melalui keterangan tertulis, Jumat (24/09/2021).

"Jadi, belum tentu klaster," imbuh Jumeri.

Menurutnya,  data itu didapatkan dari laporan 46.500 satuan pendidikan yang mengisi survei dari Kemendikbudristek. Namun menurutnya, penularan Covid-19 tersebut belum tentu terjadi di satuan pendidikan. Sebab, satuan pendidikan yang melapor itu ada yang sudah melaksanakan PTM Terbatas dan ada yang belum.

Selain itu, Jumeri menjelaskan angka 2,8 persen satuan pendidikan itu bukan laporan akumulasi dari kurun waktu satu bulan terakhir. Namun, angka itu dihitung dari 14 bulan terakhir sejak Juli 2020.

Terkait 15 ribu siswa dan 7.000 guru positif Covid-19 dari 46.500 satuan pendidikan, Jumeri mengakui belum mengecek ulang data tersebut.

"Belum diverifikasi, sehingga masih ditemukan kesalahan," katanya.

Dia menyebut satuan pendidikan bisa saja salah menginput data. Misalnya, kata Jumeri, laporan jumlah guru dan siswa positif Covid-19 lebih besar daripada jumlah total guru dan siswa pada satuan pendidikan tersebut.

Atas polemik ini, Kemendikbudristek masih mengembangkan sistem pelaporan demi memudahkan verifikasi data.

"Dikarenakan keterbatasan akurasi data laporan dari satuan pendidikan, saat ini Kemendikbudristek dan Kemenkes sedang melakukan uji coba sistem pendataan baru dengan aplikasi PeduliLindungi," tambah Jumeri.

Sebelumnya, pemaparan Jumeri terkait temuan ribuan sekolah menjadi klaster Covid-19 di sebuah webinar jadi perbincangan publik. Banyak pihak terutama pakar pendidikan dan epidemiolog yang mempertanyakan kembali kesiapan PTM.

Sejumlah pemerintah daerah juga


BERITA TERKAIT