Tak Dimaui Masyarakat, Dinkes Papua Barat Kembalikan Vaksin AstraZaneca ke Pusat | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Tak Dimaui Masyarakat, Dinkes Papua Barat Kembalikan Vaksin AstraZaneca ke Pusat

  • 16-09-2021
  • Editor :junaedi
  • dibaca :873
Tak Dimaui Masyarakat, Dinkes Papua Barat Kembalikan Vaksin AstraZaneca ke Pusat ilustrasi.(ist)

Klikapa.com -Pertimbangkan warga banyak menolak vaksin AstraZeneca karena efek samping yang ditimbulkan, Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat mengembalikan 877 vial vaksin itu ke Kementrian Kesehatan (Kemenkes).

Pengembalian itu juga untuk mempertimbangkan di wilayah lain masih membutuhkan vaksin itu.

"Karena masih banyak kita tarik,dan kirimkan ke pusat sesuai petunjuk agar direlokasi ke daerah lain," kata Kepala Dinas Kesehatan Papua Barat, Otto Parorongan seperti dikutip cnnindonesia, Kamis (16/9/2021).

Menurut Otto, jumlah itu merupakan kiriman dari lima daerah di Papua Barat, yakni Kabupaten Sorong, Kota Sorong, Manokwari, Mansel dan Kabupaten Sorong Selatan.

Selanjutnya, dinas masih menunggu kiriman vaksin AstraZeneca yang tak terpakai dari daerah lain di Papua Barat agar bisa kirimkan ke pusat untuk direlokasi sebelum memasuki masa kedaluwarsa.

Otto mengatakan AstraZeneca dikembalikan ke Kemenkes lantaran masyarakat lebih memilih Sinovac. Alasannya, efek samping Sinovac lebih ringan ketimbang AstraZeneca.

Mengenai hal itu, Juru Bicara Satgas Covid-19 Papua Barat, dr. Arnold Tiniap M.Epid menyebut masyarakat kurang menerima informasi terkait Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

Alhasil, mereka membeda bedakan untuk divaksin menggunakan jenis apa, atas informasi yang mereka terima dari orang yang sudah divaksin.

"Solusinya, harus ada edukasi terkait efek manfaat dibanding efek samping, karena efek samping itu wajar dan merupakan bentuk respon tubuh menerima benda asing. Sama halnya ketika bayi mengalami demam sehari pasca imunisasi," jelasnya.

Sementara itu, Provinsi Papua Barat juga telah menerima Vaksin Sinophram. Vaksin asal farmasi China itu diterima pekan lalu sebanyak 52.000 vial atau 104.000 dosis.

Papua Barat akan segera mendistribusikan vaksin Sinopharm ke berbagai daerah.(cnn)
 


BERITA TERKAIT