Kasus Covid-19 RI Terus Melandai, Kasus Kematian Belum Signifikan Penurunannya | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Kasus Covid-19 RI Terus Melandai, Kasus Kematian Belum Signifikan Penurunannya

  • 16-09-2021
  • Editor :junaedi
  • dibaca :891
Kasus Covid-19 RI Terus Melandai, Kasus Kematian Belum Signifikan Penurunannya ilustrasi.(ist)

Klikapa.com -Kasus positif Corona atau Covid-19 Indonesia terus turun atau melandai. Data Kementrian Kesehatan (Kemenkes) Kamis (16/9/2021) hari ini terjadi penambahan 3.145 kasus. Jumlah ini, menurun dibandingkan hari sebelumnya yang tercatat 3.948 orang. 

Sedangkan warga yang sembuh usai terpapar virus ini juga meningkat. Hari ini pasien sembuh bertambah 14.633 orang.

Sayangnya, kasus kematian belum turun sifnifikan. Kasus meninggal hari ini bertambah  239 orang. Sehari sebelumnya, pasien meninggal karena Covid-19 berjumlah 267 orang.

Secara total akumulasi pasa masa pendemi sejak Maret 2020, tercatat  4.181.309 orang terpapar virus corona,  3.968.152 orang di antaranya sembuh dan  139.919 orang meninggal dunia terpapar Covid-19.

Selain itu Kemenkes juga menyebutkan kasus positif hari ini tercatat  sebanyak 73.238 orang atau berkurang 11.725 dari data kemarin mencapai 84.963 orang.

Sementara itu Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk kesekian kalinya menegaskan masyarakat harus mempersiapkan diri untuk hidup berdampingan dengan Covid-19.

Berbicara saat memberikan keterangan pers kala peninjauan vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh, Jokowi mengatakan wabah corona tidak akan hilang dalam sekejap.

"Kita harus mulai belajar hidup berdampingan dengan Covid-19 karena memang covid ini tidak akan hilang secara total dari negara kita," kata Jokowi.

Jokowi datang ke Aceh sekaligus untuk memastikan program vaksinasi berjalan lancar.

"Untuk memastikan ada percepatan vaksinasi di Provinsi Aceh. Dan kita harapkan melalui kegiatan vaksinasi ini, total ada 30 ribu masyarakat yang akan tervaksin dan 42 ribu santri dan pelajar," katanya.
 


BERITA TERKAIT