Aborsi di Hotel Surabaya, Pelakuknya Ditangkap di Malang | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Aborsi di Hotel Surabaya, Pelakuknya Ditangkap di Malang

  • 06-09-2021
  • Editor :junaedi
  • dibaca :582
Aborsi di Hotel Surabaya, Pelakuknya Ditangkap di Malang Petugas Polrestabes Surabaya ketika merilis kasus aborsi di hotel di Surabaya.(ist)

Klikapa.com -Tim Resmob Porestabes Surabaya membongkar praktik aborsi di hotel. Tersangkanya seorang wanita berinisial NB,25 tahun. Ia diduga mengaborsi janin dalam perutnya hasil hubungan gelapnya dengan pria berinisal AX, 31, asal Banjarmasin.

Menurut keternagan polisi, aborsi itu dibantu seorang pria berinisial NH, 29. Kasus ini terbongkar setelah orok yang diduga berusia 6 bulan kandungan, ditemukan di dalam septic tank oleh petugas kebersihan hotel di Jalan Kusuma Bangsa, pada Jumat (3/9).

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan mengatakan, kasus itu dibongkar setelah Polsek Genteng dan Satreskrim menerima laporan dari manajemen hotel.

"Petugas yang menemukannya kemudian melaporkan ke 110 dan ditindaklanjuti Polsek Genteng. Ternyata bener ada sosok janin yang mengenaskan," jelas Yusep, Senin (6/9/2021).

Petugas gabungan Unit Reskrim Polsek Genteng dan Tim Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya kemudian melacak data pengunjung hotel. Hingga akhirnya ditemukan seorang wanita yang menyewa kamar tempat orok itu dibuang.

Saat kamar tersebut diperiksa, petugas menemukan sprei yang berlumuran darah. Penyidik kemudian menyelidiki jejak digital dengan melihat rekaman CCTV hotel.

"Alhamdulillah pihak hotel telah menggunakan CCTV dengan baik sehingga membantu proses penyelidikan," jelas dia.

Dari hasil rekaman CCTV dan dicocokan dengan data dispendukcapil, diketahui identitas pelaku. Bermodal data itu, dalam waktu 14 jam, pelaku berhasil ditangkap di Malang dan Surabaya.

"Saat diamankan di salah satu hotel kawasan Malang, NB dalam kondisi lemah. Kami menemukan barang bukti tiga celana dalam yang masih ada bercak darah," ujar dia.

Sementara NH ditangkap di Jalan Barata Jaya, Surabaya. Kini NB dan NH dijerat Pasal 77A Jo Pasal 45 A Undang-undang (UU) RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

"Kedua pelaku terancam hukuman 10 tahun penjara," tandas Yusep.
 


BERITA TERKAIT