Semester Pertama 2021, Garuda Merugi Rp12,8 Triliun | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Semester Pertama 2021, Garuda Merugi Rp12,8 Triliun

  • 31-08-2021
  • Editor :junaedi
  • dibaca :2937
Semester Pertama 2021, Garuda Merugi Rp12,8 Triliun Smester Pertama 2021 PT Garuda Indonesia melaporkan kerugian Rp12,8 triliun

Klikapa.com -PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mencatat rugi senilai USD898,65 juta atau setara Rp12,8 triliun (kurs Rp14.250 per dolar AS) pada semester I 2021. Kerugian ini meningkat sekitar 26 persen dari USD712,72 juta atau Rp10,15 triliun pada semester I 2020.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menjelaskan kerugian ini terjadi karena pendapatan perusahaan hanya sekitar USD696,8 juta atau Rp9,92 triliun pada periode tersebut. Pendapatan itu turun sekitar 24 persen dari USD917,28 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, beban usaha mencapai USD1,38 miliar atau Rp19,66 triliun sepanjang paruh pertama tahun ini. Kendati begitu, ia mengklaim beban usaha ini sejatinya menurun 15,9 persen dari USD1,64 miliar.

Irfan mengatakan kinerja keuangan maskapai pelat merah mendapat tantangan dari kebijakan PPKM yang membatasi mobilitas masyarakat guna mengurangi lonjakan jumlah kasus covid-19. Sebab, pembatasan membuat trafik penumpang menurun signifikan.

"Ini telah berdampak signifikan terhadap keberlangsungan usaha jasa transportasi udara, tidak terkecuali bagi kami di Garuda Indonesia yang secara bisnis fundamental mengandalkan mobilitas masyarakat," terang Irfan dalam keterangan resmi, Senin (31/8).

Secara rinci, dijelaskan, pendapatan usaha pada semester I ditopang oleh bisnis penerbangan berjadwal mencapai USD556,5 juta, penerbangan tidak berjadwal USD41,6 juta, dan pendapatan lainnya USD98,6 juta. Pendapatan penerbangan tidak berjadwal meningkat paling tinggi mencapai 93,2 persen dari sebelumnya.

Hal ini membuat perusahaan ingin meningkatkan lagi pangsa pasar penerbangan carter, baik untuk penumpang maupun kargo. Selain itu, penerbangan angkutan kargo juga naik 37,56 persen dari 110,71 ribu ton menjadi 152,3 ribu ton.

Sementara penurunan beban usaha berhasil didapat dari strategi efisiensi, seperti renegosiasi sewa pesawat dan restrukturisasi jaringan penerbangan melalui penyesuaian frekuensi rute-rute penerbangan.

Lebih lanjut, maskapai BUMN itu tetap optimis akan ada pemulihan kinerja pada semester II 2021 seiring dengan pelonggaran kebijakan PPKM. Bahkan, ia mengklaim saat ini sudah mulai


BERITA TERKAIT