Instagram Hapus Fasilitas Swipe Up | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Instagram Hapus Fasilitas Swipe Up

  • 24-08-2021
  • dibaca :975
Instagram Hapus Fasilitas Swipe Up ilustrasi.(ist)

Klikapa.com - Media sosial platform Media Instagram dikabarkan segera menghentikan fasilitas usap ke atas atau Swipe up. Fasilitas yang memberikan tautan ke tautan ke situs eksternal aplikasi ini bakal menutupnya mulai 30 Agustus mendatang.

Meski begitu, Instagram bakal mengganti fitur itu dengan stiker tautan. Stiker itu dapat diisi tautan yang dapat diketuk untuk membawa pengguna lain ke situs eksternal.

Perbaruan itu didasari pada uji coba yang dimulai perusahaan pada awal musim panas, Juni lalu. Pihaknya mulai menguji fitur kepada beberapa pengguna, tetapi hanya kepada pengguna yang sudah memiliki hak untuk Swipe Up.

Pengguna Instagram yang dapat menggunakan fitur Swipe Up adalah akun yang sudah diverifikasi atau setidaknya memiliki 10 ribu pengikut. Praktis, fitur itu hanya dapat digunakan kepada pengguna tertentu saja.

Vishal Shah yang merupakan mantan kepala produk Instagram mengatakan kepada The Verge mengatakan, dalam uji coba fitur stiker dinilai lebih cocok digunakan pada pengguna saat ini.

Selain perbedaan gerakan, pembeda utama antara kedua fitur itu yakni penonton dapat menanggapi Story dengan stiker tautan. Namun, pada postingan InstaStory dengan fitur Swipe Up, tidak dapat mengomentari cerita.

Saat ini kolom komentar tidak didapati pada unggahan Story Swipe Up. Namun, dengan pembaruan itu pengguna lain dapat saling mengomentari postingan.

Vishal mengatakan tujuan dari penggunaan fitur tautan stiker adalah ingin menyebarkan fitur stiker secara meluas.

Dikutip dari Techcrunch, seperti fitur jajak pendapat, tanya jawab dan stiker lokasi, fitur stiker tautan memungkinkan pengguna beralih menggunakan gaya yang berbeda.

Instagram mengatakan saat ini fitur stiker tautan pengganti Swipe Up Instagram hanya bergulir pada pengguna yang memiliki hak Swipe up. Di luar itu, pihaknya menyebut masih mengevaluasi untuk meluncurkan ke lebih banyak pengguna.
 


BERITA TERKAIT