Pembunuh Istri di Kediri Mengaku Sakit Hati dan Cemburu | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Pembunuh Istri di Kediri Mengaku Sakit Hati dan Cemburu

  • 11-08-2021
  • Editor :junaedi
  • dibaca :2181
Pembunuh Istri di Kediri Mengaku Sakit Hati dan Cemburu Tersangka Ainun Nofi Hafiful Huda (kiri) emngaku membunuh istrinya karena cemburu.(ist)

Klikapa.com -Pelaku pembunuhan Ainun Nofi Hafiful Huda, 29, terhadap istrinya Eka Rini, 29, di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, ternyata dipicu rasa cemburu. Pelaku mengaku sakit hati lantaran merasa diremehkan sang istri.

"Awalnya dipicu cekcok rumah tangga. Berdasarkan keterangan tersangka, dia mendapati percakapan antara korban dan pria lain lewat media sosial. Selain itu pelaku emosi lantaran istrinya dianggap telah meremehkan harga dirinya sebagai suami," kata Kasatreskrim Polres Kediri, AKP Rizkika Atmadha, Rabu (11/8/2021).

Menurut pengakuan tersangka kepada polisi,  awalnya cekcok suami istri itu sekitar pukul 21.00 WIB, Senin (9/8/2021). Cek cok berlangsung di rumah saudara mereka di Dusun Krajan Kidul, Desa Wonojoyo, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri.

Kesehariannya, suami istri itu tinggal di Rusunawa Blok A, Kelurahan Dandangan, Kota Kediri. Saat kejadian, keduanya berada di Dusun Krajan Kidul, Desa Wonojoyo, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri.

"Pelaku, korban dan kedua anaknya saat itu kebetulan sedang berada di rumah keluarga pelaku sejak Sabtu (7/8/2021)," tambah Alumni Akpol Tahun 2013 itu.

Puncaknya, lanjut Rizkika, sekitar pukul 23.00 WIB, di mana pelaku yang tadinya berada di kamar menuju dapur dan berlanjut cekcok, hingga pelaku mengambil pisau dapur untuk menyerang korban.

Korban sempat berusaha menyelamatkan diri. Pelaku yang sudah kalap lalu menyerang korban membabi buta hingga pisau itu melukai bagian dada, tangan, paha dan perut korban hingga tewas.

Pelaku yang panik beralasan kepada keluarganya, bahwa korban telah bunuh diri dengan pisau dapur. Setelah itu, pelaku mengajak keluarganya mengantarkan korban ke poli  klinik desa setempat untuk menutupi kejadian aslinya.

Jenazah korban sempat dibawa pulang ke rumahnya di komplek Rusunawa Dandangan, Kota Kediri. Kepada keluarga, pelaku mengatakan jika istrinya bunuh diri dengan cara menyayat pergelangan tangannya.

Namun polisi ternyata tidak mempercayai laporan itu, terlebih mengetahui kondisi korban terdapat sejumlah luka di bagian tubuhnya. Hingga akhirnay dilakukan pemeriksaan intensif


BERITA TERKAIT