Memacing, Warga Jombok Tewas Tenggelam di Waduk Selorejo | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Memacing, Warga Jombok Tewas Tenggelam di Waduk Selorejo

Memacing, Warga Jombok Tewas Tenggelam di Waduk Selorejo Lokasi korban saat terpeleset dan tenggelam.(ist)

Klikapa.com – Nahas menimpa Agung Nur Cahyo, 36, warga Desa Jombok Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. Saat memacing, malah tewas tenggelam di Waduk Selorejo Desa Pandansari, Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang.


Peristiwa itu diketahui pada Kamis (5/8) lalu sekitar pukul 13.30. Saat itu korban bersama teman-temannya mencari ikan di Waduk Selorejo. 

Saat itu korban bersama salah seorang temannya mendadak saja terpeleset.  Korban yang tidak bisa berenang tak berhasil diselamatkan.

Menurut Kapolsek Ngantang Iptu Hanis Siswanto, saat itu mereka memancing, namun dilanjutkan menebar jaring lantaran tak kunjung dapat ikan. 

Di tempat tersebut terdapat palung yang cukup dalam, biasa disebut oleh warga dengan sebutan supit urang. 

Kejadian berlangsung siang hari saat panas terik, korban datang dengan empat orang rekannya.  

Mereka adalah Rona, warga Desa Jombok Kecamatan Ngantang, Herman, warga Jalan Diponegoro Kelurahan Sisir Kecamatan Batu, dan Bagio warga Jalan Brantas Kelurahan Sisir Kecamatan Batu. 

"Mereka datang ke tempat itu sekitar pukul 12.00. Setelahnya, Rona dan Agung menyisiri bibir bendungan Selorejo untuk mendapatkan ikan. Setelah itu mereka berniat membersihkan badannya. Namun korban terpeleset ke dalam bendungan dan tenggelam," jelasnya. 


Mengetahui temannya tenggelam, Rona berupaya membantu namun justru hampir ikut tenggelam. Rona kemudian mendapat pertolongan Herman, ditarik dengan menggunakan bambu. 


Sedangkan korban tenggelam. Dugaan kuat korban tenggelam di palung saat mencebur ke air. 


Setelah kejadian warga segera melaporkan ke Polsek Ngantang, sejumlah petugas gabungan langsung melakukan pencarian. 


"Sekitar pukul 16.10 korban ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa," jelasnya. 


Jasad korban diangkat ke permukaan menggunakan jangkar milik nelayan. Keluarganya juga sudah diberitahu dan memutuskan langsung dibawa ke rumah duka karena tidak menghendaki proses visum," tutupnya.(tyo/lim)
 


BERITA TERKAIT