Kemenkes Ungkap Ada 4 Virus Corona Varian Baru Indonesia. Tapi Tidak Berbahaya | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Kemenkes Ungkap Ada 4 Virus Corona Varian Baru Indonesia. Tapi Tidak Berbahaya

  • 30-07-2021
  • Editor :junaedi
  • dibaca :1983
Kemenkes Ungkap Ada 4 Virus Corona Varian Baru Indonesia. Tapi Tidak Berbahaya ilustrasi.(ist)

Klikapa.com -Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengungkapkan telah ada empat jenis varian baru virus corona atau Covid-19 asal Indonesia. Varian itu adalah B14662, B1470, B11398, dan B1459. Namun, Kemenkes mengklaim tidak berbahaya.

"Empat varian lokal tersebut tidak berbahaya ya," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes Siti Nadia Tarmizi yang dikutip cnnindonesia, Jumat (30/7/2021).

Disebutkan, varian B14662 tercatat sudah masuk dalam kategori Alerts for Further Monitoring alias varian yang tengah dipantau perkembangannya oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) sejak April 2021 lalu.

Nadia lalu merinci jumlah kasus dari varian baru asal Indonesia tersebut. Varian B14662 ada 794 kasus. Kemudian B1470 ada 460 kasus, B11398 ada 173 kasus dan B1459 sebanyak 136 kasus.

Semuanya tersebar di berbagai daerah. Akan tetapi, Nadia belum mau merinci peta sebaran kasus varian baru asal Indonesia tersebut.

Nadia hanya menyampaikan bahwa keempat varian lokal Indonesia tersebut tidak masuk dalam kategori Variant of Concern (VoC) maupun Variant of Interest (VoI). Ia menyebut WHO sejauh ini baru mengkategorikan varian Alfa, Beta, Gamma, dan Delta sebagai VoC. Sementara VoI ada varian Eta, Iota, Kappa, dan Lambda.

WHO mendefinisikan VoI sebagai kategori varian yang memiliki genom mutasi dan menyebabkan perubahan asam amino terkait kepekaan alat tes/telah. Sudah pula terdeteksi di banyak negara, hingga teridentifikasi menyebabkan penularan pada komunitas.

Sementara VoC adalah varian yang memiliki peningkatan penularan atau perubahan yang merugikan dalam epidemiologis, memiliki peningkatan virulensi atau perubahan presentasi penyakit klinis, bahkan mampu menurunkan efektivitas vaksin. Hanya saja masih sedikit bukti sehingga perlu penelitian lebih lanjut.

"Jadi ini bukan VoC maupun VoI ya," tuturnya.(cnn)
 


BERITA TERKAIT