Rumah Terbakar, Warga Sanan Nyaris Terpanggang Hidup-hidup | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Rumah Terbakar, Warga Sanan Nyaris Terpanggang Hidup-hidup

Rumah Terbakar, Warga Sanan Nyaris Terpanggang Hidup-hidup Petugas PMK dibantu warga saat memadamkan rumah korban.(ist)

Klikapa.com -Rumah terbakar, seorang pria warga di Jalan Sanan Kelurahan Purwantoro Kecamatan Blimbing, Kota Malang nyaris terpanggung hidup-hidup, Kamis (29//7/2021). Saat rumah terbakar, korban yang bernama Yila Arbahana itu tidak bisa segera menyelamatkan diri karena sakit.


Setelah ditolong warga, pria berusia 52 tahun itu, langsung dilarikan ke RSSA Malang. Kondisinya kritis. Korban juga tidak sadarkan diri. Luka bakar pada tubuhnya hampir 80 persen. 


Menurut Eka Dana, 57, kakak kandung korban, selama ini korban tinggal sendirian di rumah itu. Saat kejadian korban juga di dalam rumah sendiri. 


“Dia sakit stroke, sehingga ketika terjadi kebakaran tidak bisa menyelematkan diri,” ucap Eka Dana. 


Kebakaran itu terjadi sekitar pukul 13.00. Penyebabnya diduga karena korsleting listrik. Pasalnya di rumah sama sekali tidak ada kompor atapun tabung gas. Kebakaran diketahui oleh keponakan korban, yang rumahnya tidak jauh. 


“Kebetulan keponakannya yang bekerja di ekspedisi JNE sedang pulang untuk istirahat,” ujar Bachrurrozi, tetangga korban. 


Saat itu, saksi melihat ada kepulan asap tebal keluar dari rumah korban. Saksi lantas lari menuju ke rumah korban. Lalu membuka pintu dan melihat api sudah membara di dalam rumah. 


Saksi lantas berteriak minta tolong. Warga yang mendengar berdatangan. Mereka lalu menolong korban yang terjebak di dalam kobaran api. Sebagian warga lainnya, berusaha memadamkan api dengan air seadanya. 


Tetapi api tidak padam, sebaliknya malah membesar. Warga langsung menghubungi petugas PMK Kota Malang. Korban yang terluka bakar, lantas dilarikan ke Rumah Sakit Saiful Anwar Malang. 


“Sewaktu ditolong kondisi korban sudah tidak sadarkan diri. Korban mengalami banyak luka bakar di tubuhnya,” tuturnya. 


Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang Teguh Budi Wibowo menuturkan, butuh kerja kerkas untuk memadamkan api di daerah pemukiman padat itu. Dengan bantuan warga sekitar, api baru bisa dipadamkan 45 menit kemudian. 


“Kondisi


BERITA TERKAIT