Kerahkan Psikolog, Kota Malang Bentuk Satgas Trauma Healing bagi Korban Covid-19 | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Kerahkan Psikolog, Kota Malang Bentuk Satgas Trauma Healing bagi Korban Covid-19

  • 21-07-2021 penulis : muhaimin
  • dibaca :585
Kerahkan Psikolog, Kota Malang Bentuk Satgas Trauma Healing bagi Korban Covid-19 Kota Malang Bentuk Satgas Satgas Trauma Healing untuk pendampingan para korban Covid-19

Klikapa.com - Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Malang membentuk Satgas Trauma Healing bagi korban virus Corona atau Covid-19, Rabu (21/7/2021). Satgas ini nantinya bertugas untuk pendampingan dan pemulihan dari sisi psikologis korban Covid-19 maupun para warga yang isolasi mandiri (Isoman).

"Tentu nanti akan kita kuatkan. Kalau terpapar mekanismenya begitu datang kasih edukasi dan ada alatnya, tingkat stresnya bagaimana, itu ada analisanya. Sehingga tahu apa yang harus diambil oleh psikolog-psikolog yang akan mendampingi," terang Sutiaji usai meresmikan beroperasinya Satgas Trauma Healing dengan nama programnya Sama Ramah (Satgas Malang Raya Trauma Healing) dalam Apel Gabungan di halaman Polresta Malang Kota.


Program ini juga melibatkan peran dari perguruan tinggi, yakni Politeknik Kesehatan Kemenkes untuk dukungan tenaga psikolog. Program tersebut akan melibatkan banyak tenaga psikolog. 


Dari Polresta Malang Kota menyiapkan 17 psikolog, Pemkot Malang ada 15 psikolog dan dari Politeknik Kesehatan Kemenkes Kota Malang mengerahkan 6 psikolog. 


"Sebanyak mungkin. Tiap tiap fakultas dari perguruan tinggi yang ada psikologi seperti di UM, UB, UI, UMM nanti kita ajak bersama sama juga," sebutnya. 


Satgas Trauma Healing ini akan melakukan tugasnya memberikan edukasi dan literasi yang tepat dari sisi psikologis. Bila kondisi di lapangan tidak memungkinkan dan rawan terjadi penularan, maka Satgas Trauma Healing tetap bisa melakukan tugasnya secara virtual. 

Satgas Trauma Healing akan terbagi di lima wilayah kecamatan di Kota Malang. 


"Contohnya Lowokwaru itu wilayah mana, psikolog mana, kita bagi lima kecamatan. Itu lebih bagus koordinatornya siapa kita kuatkan. Bisa jadi datang langsung ke lokasi, bisa jadi model virtual, video call dan seterusnya," katanya.

 
Dengan terbentuknya Satgas ini, Sutiaji berharap masyarakat dapat menerima literasi yang tepat pada Covid-19. Tidak perlu ada lagi anggapan sakit Covid-19 adalah aib. Yang terpenting masyarakat harus tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat


BERITA TERKAIT