Polisi Amankan 150 Orang Saat Demo Tolak PPKM. Diswab, Beberapa Orang Reaktif Covid-19 | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Polisi Amankan 150 Orang Saat Demo Tolak PPKM. Diswab, Beberapa Orang Reaktif Covid-19

  • 21-07-2021
  • Editor :junaedi
  • dibaca :522
Polisi Amankan 150 Orang Saat Demo Tolak PPKM. Diswab, Beberapa Orang Reaktif Covid-19 Sebanyak 150 orang peserta demo tolak PPKM di Bandung diamankan polisi.(dok.cnn)

Klikapa.com -Aparat Kepolisia amankan 150 orang peserta aksi tolak perpanjangan PPKM darurat di Kota Bandung. Beberapa di antaranya bahkan dinyatakan reaktif Covid-19 usai menjalani tes swab antigen.

"Yang diamankan sebanyak 150 orang, kita lakukan penangkapan. Adapun 150 orang itu ada yang kita lakukan swab antigen," kata Kapolrestabes Bandung Kombes Ulung Sampurna Jaya, di halaman Gedung Sate, Bandung, Rabu (21/7/2021).

Dari 150 orang yang ditangkap, rincinya, 9 berstatus mahasiswa, 36 siswa SMA dan sederajat, 6 siswa SMP, 34 orang pengangguran dan putus sekolah, serta 65 orang lainnya.

Sedangkan tes swab antigen kepada massa aksi masih dilakukan pihak Polrestabes Bandung.

"Hasil sementara ini baru tiga orang reaktif. Makanya kerawanan penyebaran akibat kerumanan ini bahaya seolah tidak ada covid," ujarnya.

Selain mengamankan ratusan orang itu, Ulung juga menyebut pihaknya juga menyita lima bom molotov dari massa aksi tolak PPKM darurat. Ia menuding massa aksi ini ingin membuat Bandung tak kondusif.

"Bom molotov ini sudah dipersiapkan mereka. Memang mereka ingin membuat Kota Bandung tidak kondusif maka mereka mengajak masa yang tidak suka PPKM sehingga mendiskreditkan pemerintah," katanya.

Ulung menjelaskan, aksi unjuk rasa dimulai dari ajakan di media sosial yang dilakukan oleh mahasiswa dan gabungan ojol serta pedagang kaki lima. Namun, ojol dan pedagang memisahkan diri dari aksi demonstrasi.

"Adapun mahasiswa yang tadi melakukan unjuk rasa kurang lebih 150 dan itu ditunggangi pihak lain yang akan membuat Kota Bandung tidak kondusif. Sehingga dalam pelaksanaan aksi mereka melakukan long march ke Gedung Sate," ujarnya.

Menurutnya, saat massa aksi perjalan ke Gedung Sate, massa menduduki perempatan Jalan Dago-Sulanjana. Belum sampai ke Gedung Sate, mereka menutup jalan dengan melakukan orasi sehingga terjadi kemacetan yang panjang.

"Kedua, mereka melakukan perusakan di sekitar jalan sehingga ada 60 pot yang dirusak dan akhirnya kami membubarkan mereka agar Kota Bandung kondusif


BERITA TERKAIT