Tunjangan Jabatan ASN Kota Malang Bakal Dipotong untuk Penanganan Covid-19 | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Tunjangan Jabatan ASN Kota Malang Bakal Dipotong untuk Penanganan Covid-19

Tunjangan Jabatan ASN Kota Malang Bakal Dipotong untuk Penanganan Covid-19 Wali Kota Malang Sutiaji bakal lakukan pemotongan tunjangan pejabatnya demi penanganan Covid-19

Klikapa.com - Para pejabat di lingkungan Pemkot Malang, bakal dipotong tunjangan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) nya demi menambah anggaran penanganan Covid-19.


Wali Kota Malang Sutiaji menegaskan, rencananya itu segera dilakukan untuk mendapatkan tambahan dana penanganan Covid-19 senilai Rp 10 miliar.  


“Iya regulasinya sedang kita tata (dasar hukum pemotongan tunjangan/TPP pejabat ASN). Tidak diambil dari gaji ya ini dari TPP,” tegas Sutiaji, Selasa (20/7/2021).


Ia menegaskan pemotongan tunjangan akan diberlakukan termasuk dirinya dan sebagian ASN di Pemkot Malang. Khusus ASN, pemotongan tunjangan akan diberlakukan pada ASN dengan kelas jabatan tujuh ke atas. 

Yakni yang mengemban tingkat jabatan fungsional tertentu atau khusus dan jabatan fungsional umum hingga jabatan bereselon (eselon satu sampai empat). 


“Yang ASN mulai dari kabid, kasubag sampai di atasnya yang dipotong tunjangannya. Jika dikalkulasikan bisa terkumpul Rp 10 miliar,” terangnya. 


Sutiaji belum membeberkan rinciannya bersaran pemotongan. Itu lantaran masih dalam pembahasan. Ia memastikan kebijakan segera direalisasi dalam waktu dekat.


Hasil dana potongan para pejabat itu tegas dia, untuk menunjang penambahan fasilitas penanganan Covid-19 seperti penambahan tabung oksigen. Rencananya tabung oksigen akan dipusatkan di RSUD Kota Malang. 


“Kita akan jadikan RSUD Kota Malang sebagai sentra ICU. Di sana akan ditambah ruang ICU untuk bisa merawat pasien Covid-19 dengan gejala berat,” tegas Sutiaji. 


Untuk menambah ICU, RSUD membutuhkan 200 tabung oksigen. Kebutuhan anggaran satu tabung oksigen sekitar Rp 2,8 juta. Hal ini dilakukan juga untuk menunjukkan kontribusi pejabat ASN terlibat dalam penanganan Covid-19. 


Ia mengajak masyarakat Kota Malang terutama yang merasa masih mampu untuk mendermakan sebagian harta demi kemanusiaan.  


Sebelumnya, Pemkot Malang telah menggelontorkan dana bansos kepada sekitar 2.500 pedagang kaki lima (PKL) terdampak kebijakan PPKM Darurat sejak pekan lalu. Besaran yang sudah diterima masing-masing pedagang yakni Rp 300


BERITA TERKAIT