65 Orang di Kota Batu Disanksi karena Langgaran Prokes Saat PPKM Darurat | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

65 Orang di Kota Batu Disanksi karena Langgaran Prokes Saat PPKM Darurat

65 Orang di Kota Batu Disanksi karena Langgaran Prokes Saat PPKM Darurat Sidang tipiring bagi pelanggar prokes di Gedung Graha Pancasila, Balai Kota Among Tani, Rabu (14/7)

Klikapa.com - Sebanyak 65 pelanggar Prokes (protokol kesehatan) di Kota Batu ditindak tipiring. Mereka terdiri dari perorangan dan pengusaha yang terjaring dalam operasi PPKM Darurat itu langsung disidang di Gedung Graha Pancasila, Balai Kota Among Tani, Rabu (14/7/2021).

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko mengatakan sidang tipiring membuktikan jika pemerintah benar-benar menerapkan aturan adanya PPKM Darurat. Dengan tujuan untuk menurunkan angka penyebaran Covid-19 yang cukup tinggi akhir-akhir ini.

"Sidang ini dilakukan untuk kebaikan bersama. Dari sidang yang digelar kami harap bisa memberikan contoh kepada masyarakat lain agar disiplin dan mematuhi aturan selama diberlakukan PPKM Darurat," kata Dewanti saat meninjau sidang tipiring itu. 

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Batu, Supriyanto mengatakan sidang tipiring merupakan kesepakatan bersama Forkopimda Kota Batu dan arahan pemerintah provinsi dan pusat. Yang diketahui sebelum pelaksanaanya PPKM Darurat dan operasi prokes telah dilakukan sosialiasi ke masyarakat terlebih dahulu.
"Jadi sebelum ada tipiring sebagai sanksi bagi pelanggar, Forkopimda telah melakukan sosialisasi dahulu. Bahkan tiga hari pelaksanaan PPKM Darurat, satgas hanya memberikan teguran dan sosialisasi," bebernya. 
Barulah masuk hari keempat, lanjut dia, masyarakat atau pelaku usaha diberikan sanksi tegas dari pelanggaran yang dilakukan. Diketahui pelanggaran yang dilakukan seperti tidak menggunakan masker, buka usahanya lebih dari jam 20.00 WIB hingga melayani makan dan minum di tempat.

Dari 65 orang yang menjalani sidang tipiring, terdiri dari 32 pelanggar pelaku usaha, sembilan pelanggar perorangan. Kemudian 22 orang melakukan kegiatan yang mengakibatkan berkerumun dengan menggelar pesta di salah satu vila di Kota Batu. Serta dua orang pemilik vila yang dinyatakan melanggar aturan. 

"Mereka yang ikut sidang dikenakan denda.  Untuk perorangan dikenakan denda sekitar Rp 100 ribu. Sedangkan pengusaha sekitar Rp 300 ribu," pungkasnya. (eri)
 


BERITA TERKAIT