25 Warga Maduara Hasil Penyekatan di Suramadu Diduga Terpapar Covid-19 Varian Baru | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

25 Warga Maduara Hasil Penyekatan di Suramadu Diduga Terpapar Covid-19 Varian Baru

  • 08-06-2021
  • Editor :junaedi
  • dibaca :1038
25 Warga Maduara Hasil Penyekatan di Suramadu Diduga Terpapar Covid-19 Varian Baru Warga Madura melewati Jembatan Suramadu sisi Surabaya harus menjalani rapid test antigen untuk deteksi dini penularan Covid-19.(viva)

Klikapa.com -Satgas Covid-19 Jawa Timur mengindetifikasi 25 dari 30 pasien Covid-19 asal Bangkalan, Madura, hasil penyekatan di Jembatan Suramadu sisi Surabaya, diduga terpapar Covid-19 varian baru.  Hanya saja, varian baru itu masih diteliti dari negara mana asal mutasinya. 

Sementara dalam rapat koordinasi di Markas Polda Jatim terungkap bahwa varian B1617 asal India mulai menyebar di Jatim.

Ke-25 pasien Covid-19 yang diduga terpapar varian baru itu kini dirawat di Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI). Total 30 pasien yang sudah terkonfirmasi positif berdasarkan tes usap PCR. Mereka semuanya pasien dari hasil penyekatan di Jembatan Suramadu sejak Sabtu malam (5/6/2021).

Ketua Pelaksana Program Pendampingan Keluarga Pasien Covid-19 RSLI Radian Jadid menjelaskan, hasil pengecekan terhadap ke-25 pasien itu CT value-nya di bawah 25. 

"Melihat cepatnya penularan, angka kematian yang tinggi, kondisi mereka patut diduga terinfeksi varian baru," katanya kepada wartawan, Selasa (8/6/2021).

Radian menegaskan apa yang diungkap itu baru dugaan awal. Kepastiannya menunggu pemeriksaan spesimen sampel yang telah dikirim ke Balitbangkes dan ITD Unair.  Ia memastikan pasiennya dirawat di ruangan terpisah dari pasien lainnya. 

"Masih patut diduga, sampai nanti samplenya itu bisa keluar, baru kita bisa [sampaikan kevalidannya]," tegasnya.

Sementara keterangan tertulis dari Kepolisian Daerah Jawa Timur, disebutkan dalam rapat koordinasi di Markas Polda Jatim Senin malam (7/6/2021), Kepala Dinas Kesehatan Jatim Herlin Ferliana memaparkan bahwa varian Covid-19 B1617 asal India mulai mendominasi persebaran di wilayah Jawa Timur.

Dalam rapat itu, hadir Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal Ganip Warsito, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Kepala Polda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, dan Forkopimda kabupaten/kota.  
 


BERITA TERKAIT