PTM Digelar Juli, Vaksinasi untuk Guru di Kota Batu Dipacu | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

PTM Digelar Juli, Vaksinasi untuk Guru di Kota Batu Dipacu

PTM Digelar Juli, Vaksinasi untuk Guru di Kota Batu Dipacu ilustrasi vaksinasi untuk guru terus dipacu sebelum pelaksanaan belajar tatap muka.(firman)

Klikapa.com -Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kota Batu bakal digelar pada Juli mendatang. Kepastian ini didapat setelah vaksinasi bagi guru di ini sudah mencapai 97 persen dari total sekitar 4.000 guru. 

Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Batu Hariadi mengatakan berbagai persiapan telah dilakukannya untuk menyelenggarakan PTM yang direncanakan bulan Juli. 

"Untuk persiapan secara teknis tentang pembelajaran tatap muka sudah tertuang dalam Perwali Kota Batu nomor 6 tahun 2021. Syarat selanjutnya adalah seluruh tenaga pendidik sudah vaksinasi Covid-19," kata Hariadi, Selasa (1/6/2021). 

Dijelaskan, Perwali  menyebutkan bahwa PTM akan digelar secara berjenjang. Dimulai dari kelas IX SMP dan setingkatnya. Jika tatap muka berjalan lancar, tanpa ada kasus penularan Covid 19 selama dua minggu,  maka akan dilanjutkan hingga jenjang kelas di bawahnya hingga SD.

Ketentuan PTM untuk setiap sekolah harus menjalani  aturan yang ada dalam Perwali. Terutama penerapan protokol kesehatan. Dindik bersama Satgas Covid-19 telah meninjau dan memastikan kelengkapan prokes di seluruh sekolah.  

"Setiap kelas akan dibatasi maksimal 50 persen siswa dari total rombel. Bagi siswa juga tidak semuanya bisa ikut pembelajaran tatap muka. Tapi juga atas persetujuan wali murid, jika wali murid menyetujui maka pembelajaran bisa dilakukan. Sehingga sekolah tetap menyediakan dua metode pembelajaran, tatap muka dan virtual," terangnya.

Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Batu dr Susana Indahwati menyampaikan vaksinasi bagi tenaga pendidik saat ini telah mencapai sekitar 96 persen dari total sekitar 4.000 guru.

"Vaksinasi guru di Kota Batu sudah mencapai 96 persen. Sisanya belum divaksin karena sakit. Serta ada juga yang berada di luar kota karena selama ini pembelajaran secara daring, maka guru asal luar kota pulang ke kota asal," paparnya.

Untuk itu, pihaknya kini akan berkoordinasi dengan Dindik  agar guru yang belum vaksinasi segera melakukannya. Sehingga sebelum pembelajaran


BERITA TERKAIT