Korban Korban Kekerasan Seks di Kota Batu Akan Divisum, DP3AP2KB Lakukan Pendampingan | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Korban Korban Kekerasan Seks di Kota Batu Akan Divisum, DP3AP2KB Lakukan Pendampingan

Korban Korban Kekerasan Seks di Kota Batu Akan Divisum, DP3AP2KB Lakukan Pendampingan Sekolah Selamat Pagi Indonesia di Kota Batu.(ist)

Klikapa.com - Dugaan adanya kasus kekerasan seksual terhadap 15 siswi SMA Selamat Pagi Indonesia (SPI) di Kota Batu membuat Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) setempat turun tangan. Instansi ini akan mengawal dan pendampingan pada korban saat visum dan berikan trauma healing. 


"Keberadaan saya ini  mendampingi korbannya. Saat ini status masih calon korban, karena nanti harus dibuktikan dulu dalam pengadilan lewat visum tertentu. Bisa lewat wawancara, lewat BAP yang kemudian kami melakukan pendampingan secara psikologis pada korban, keluarga korban baik orang tuanya hingga lingkungannya," kata Kepala DP3AP2KB Kota Batu, M.D Furkon.

Lebih dari itu, pihaknya juga akan memberikan trauma healing. Karena dalam perkara kekerasan seksual yang masuk dalam ekstra ordinary crime atau kejahatan luar biasa ini bisa mempengaruhi psikologi seseorang. Sehingga membutuhkan penanganan yang luar biasa. 

Ia juga menyampaikan keluarga korban bahwa DP3AP2KB hadir sebagai wakil Pemerintah Kota Batu. Kemudian pendampingan akan dilakukan secara berkelanjutan oleh Pusat Pelayanan Terpadu Perempuan dan Anak (P2TPA) yang khusus menangani anak-anak.  

Untuk trauma healing akan ditangani oleh Puspaga yang memiliki konselor handal yang nantinya akan mendampingi secara psikologis kepada korban dan keluarga.

Furkon menyampaikan pihaknya akan melakukan pendampingan pada korban untuk visum. Rencananya akan dilakukan pada Senin (31/5) di RS Bhayangkara Polda Jatim.

"Selain menunggu visum, sementara ini juga ada bukti foto bekas tamparan yang bibirnya pecah bekas lebam yang saya saat pemeriksaan. Meski begitu ini masih praduga tak bersalah harus dijunjung tinggi sampai ada keputusan dari hakim," terangnya.

Sementara itu Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko saat dihubungi menyampaikan bahwa terkait laporan perkara dugaan kekerasan seksual di sekolah Kota Batu tersebut akan ditindak lanjuti. 

"Kami telah menerima laporan. Kami akan tindak lanjuti dan masih menunggu dari hasil penyidikan," pungkasnya. (eri/aim/lim)

BERITA LAINNYA:


BERITA TERKAIT