PT KAI Bongkar Rata Tanah Eks Lokalisasi Girun | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

PT KAI Bongkar Rata Tanah Eks Lokalisasi Girun

PT KAI Bongkar Rata Tanah Eks Lokalisasi Girun Puluhan bangunan ek lokalisasi Girun, Gonanglegi Kabupaten Malang, dibongkar dan diratakan tanah oleh PT KAI

Klikapa.com -Sebanyak 23 bangunan eks lokalisasi  Girun di Desa Gondanglegi Wetan Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang dibongkar rata tanah, Sabtu (8/5/2021). Tidak ada perlawanan, pembongkaran berjalan lancar. Banyak warga yang datang melihat pembongkaran bangunan itu.

“Sebelumnya sudah dilakukan sosialisasi oleh PT KAI Daop  8 Surabaya. Bahkan beberapa hari sebelumnya, rumah-rumah ini juga sudah kosong. Malah beberapa di antarannya, atapnya juga sudah tidak ada karena diambil pemiliknya,” ungkap Sekretaris Satpol PP Kabupaten Malang Firmando Hasiholan Matondang. 

Ada 23 bangunan liar di eks lokalisasi Girun yang dibongkar. Sebelum pembongkaran PT KAI sudah bersurat kepada penghuni bangunan sampai tiga kali. Isi suratnya untuk mengosongkan tempat sebelum dilakukan pembongkaran.

Manajer Humas Daop 8 Surabaya Luqman Arif dalam rilis menyampaikan, semua bangunan itu berdiri liar di atas lahan milik PT KAI. Pembokaran bangunan berdasarkan surat putusan yang mengacu pada Perda Kabupaten Malang nomor 11 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum. 

Lalu, Keputusan Bupati Malang nomor 2 tahun 2004 tentang larangan penyelenggaraan perjudian dan lokalisasi pekerja seks komersial di Wilayah Kabupaten Malang dan Instruksi Bupati Malang nomor 2 Tahun 2014 tentang larangan beroperasi bagi pekerja seks komersial di Wilayah Kabupaten Malang.

“Kami sebelumnya juga mengumpulkan para tokoh masyarakan dan tokoh agama. Mereka memberikan dukungan, jika bangunan tersebut di bongkar,’’ katanya. 

Pembongkaran bangunan liar eks lokalisasi Girun itu sebagai upaya mewujudkan Kecamatan Gondanglegi sebagai kota santri.

Lokalisasi Girun sendiri secara resmi ditutup Pemerintah Kabupaten Malang tahun 2017. Namun kegiatan prostitusi di tempat ini masih berjalan secara terselubung. Hal ini yang kemudian membuat keresahan banyak pihak. 

Hingga akhrirnya, PT KAI bekerjasama dengan TNI/Polri, Satpol PP dan perwakilan organisasi masyarakat melakukan pembongkaran.(ira/agp)
 


BERITA TERKAIT