Mayat Terbungkus Tikar di Kepanjen Tidak Dibunuh. Inilah Fakta Yang Diungkap Polisi | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Mayat Terbungkus Tikar di Kepanjen Tidak Dibunuh. Inilah Fakta Yang Diungkap Polisi

Mayat Terbungkus Tikar di Kepanjen Tidak Dibunuh. Inilah Fakta Yang Diungkap Polisi Dua tersangka kematian Dewi Lestari.(ist)

Klikapa.com- Kematian Dewi Lestari, 25, warga Jalan Rojo Bawean Dusun Boro Utara Desa Curungrejo Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang ternyata dinyakini polisi bukan karena pembunuhan. Seperti inilah fakta yang diungkap dalam penyelidikan polisi.


Kapolres Malang AKBP Hendri Umar mengakui kasus penemuan mayat terbungkus tikar itu bukan pembunuhan. Namun pihaknya tetap menetapkan 2 tersangka yang tidak lain teman korban. Dalam ini kasusnya menyembunyikan mayat.


“Memang bukan pembunuhan. Ini mengacu pada hasil penyelidikan dan hasil otopsi tidak mengarah pada pembunuhan. Korban meninggal dunia karena paru-parunya penuh lumpur. Sehingga pembuluh darahnya pecah dan mengakibatkan korban meninggal,” terang Hendri.


“Namun alhamdulillah kami bisa mengungkap kematian korban dengan cepat. Termasuk menetapkan dua orang tersangka Cahyo dan Aziz,” katanya.

Dua tersangkanya adalah Cahyo Putro, 21, warga Jalan Raden Prayitna Desa Kedungpendaringan Kepanjen dan Azis A, 25, indekos di Desa Sengguruh Kepanjen. Aziz adalah warga asli Dusun Sawahan Desa Pugeran Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto.

Hendri menerangkan, hubungan Cahyo, Aziz dan korban Dewi Lestari adalah teman. Senin (19/4) Dewi menelpon Cahyo untuk bertemu. Cahyo kemudian menjemput Dewi di depan SMAN 1 Kepanjen dengan naik motor Honda Revo. 

Kondisi Dewi saat itu sudah sempoyongan, lantaran minum 15 sachet komix (obat batuk).  Setelah itu, Cahyo dan Dewi menjemput Azis di Jalan Sengguruh. Setelah bertemu mereka kemudian menuju Stadion Kanjuruhan. 

Tak lama kemudian, Dewi pergi naik motor Revo milik Cahyo untuk membeli tiga plastik arak. Begitu Dewi datang, ketiganya pun minum bersama. Usai minum Dewi mabuk berat. Kemudian tiba-tiba naik motor. 

“Salah satu tersangka sempat bertanya hendak kemana, dijawab korban hendak mengambil uang,” ucap Kapolres.

Tak lama Dewi pergi, Cahyo dan Azis kemudian membuntuti.  Saat itu, keduanya melihat korban jatuh di sawah. Posisi korban jatuh kepalanya tertelungkup. Diduga karena inilah tubuh korban banyak kemasukan air dan paru-parunya


BERITA TERKAIT