Setahun Buron, Penganiaya Sesama Teman Jalanan Diringkus | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Setahun Buron, Penganiaya Sesama Teman Jalanan Diringkus

Setahun Buron, Penganiaya Sesama Teman Jalanan Diringkus Tersangka pelaku penganiayaan saat di Polsek Gondanglegi.(ist)

Klikapa.com -Hampir setahun buron, Heru Gunawan, 22, warga Jalan Blambangan Kampung Pandan Kelurahan/Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang diringkus Unit Reskrim Polsek Gondanglegi, Kamis (29/4/2021). 


Dia sempat menjadi buruan petugas karena kasus pengeroyokan.

“Tersangka kami tangkap di Jalan Raya Sepanjang Gondanglegi. Sebelumnya dia sudah lama masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Sedangkan untuk dua temannya lagi masih buron,” ujar Kanitreskrim Polsek Gondanglegi Iptu Sigit Hernadi.

Korban penganiayaan itu adalah Mahmudi, 25, warga Dusun Sidorukun Desa Clumprit Kecamatan Pagelaran. Dia dikeroyok oleh Heru dan dua pelaku yang masih kabur. Kejadiannya  pada 31 Juli 2020 lalu. 

Kejadiannya di ladang jagung pinggir sungai Jalan Dr. Wahidin Desa Gondanglegi Kulon Kecamatan Gondanglegi.

Sebelum peristiwa, antara korban dengan pelaku sudah saling kenal. Mereka sama-sama anak jalanan yang biasa ngamen di perempatan jalan. Sebelum terjadi pengeroyokan, korban dan pelaku bahkan sempat pesta miras dan bercanda bersama.

Mungkin karena sama-sama mabuk, antara korban dengan tersangka terjadi salah paham. Heru marah pada korban. Dua pelaku lain membelanya. Pelaku dibantu dua temanya mengeroyok korban hingga babak belur dan mengalami sejumlah luka di sekujur tubuhnya.

Usai mengeroyok ketiga pelaku kabur. Korban ditemukan esok harinya oleh Boimin, warga sekitar saat datang ke ladang jagungnya. Boimin mendapati korban sedang mengerang kesakitan dengan sejumlah luka. Korban mengaku kalau dirinya baru saja dikeroyok.

Korban ditolong dengan dilarikan ke RSUD Kanjuruhan Kepanjen. Peristiwanya juga dilaporkan ke Polsek Gondanglegi. Berdasarkan laporan itulah, polisi memburu para pelaku. 

“Pengakuan tersangka dia melakukan penganiayaan terhadap korban lantaran sakit hati. Alasannya saat minum bareng, korban memegang kepalanya hingga membuat dirinya emosi,” jelasnya.(agp) 
 


BERITA TERKAIT