Cemburu, Tunangan Dianiaya | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Cemburu, Tunangan Dianiaya

Cemburu, Tunangan Dianiaya Terbakar rasa cemburu FR (dua dari kiri) saat digelandang petugas termasuk korban untuk dimintai keterangan.(ist)

Klikapa.com -Seorang wanita menjadi korban kekerasan laki-laki. Kejadian yang terekam CCTV Rabu (28/4/2021) malam itu viral di media sosial. Korban diketahui penjaga konter pulsa dan aksesoris handphone HTM Cell di Jalan Kebalen Wetan Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

Peristiwa ini segera ditangani Satreskrim Polresta Malang Kota. Korban dan pelaku sudah diamankan. Polisi masih memeriksa keduanya. 

“Keduanya sudah kami amankan di Polresta Malang Kota. Selanjutnya kami minta klarifikasi atas kejadian penganiayaan yang viral itu,” kata Kasatreskrim Polresta Malang Kota Kompol Tinton Yudha Riambodo, Kamis (28/4).

Tinton juga menyebut, penganiayaan itu didasari rasa cemburu pelaku kepada korban.


Korban diketahui seorang remaja berinisal SY, 19, warga Kecamatan Kedungkandang. Sedangkan pelaku diketahui berinisial FR, 19, warga Kecamatan Kedungkandang. Pelaku mengaku sebagai tunangan korban. 

"Status keduanya mengaku sebagai tunangan. Mereka sama-sama berusia 19 tahun. Penganiayaan dilakukan karena faktor cemburu," terangnya.

Dalam video yang beredar, semula mereka nampak tidak ada masalah. Namun tiba-tiba pelaku menghardik korban yang sedang bermain gadget.

Pelaku meminta HP yang dibawa korban dengan nada keras. Korban yang tidak mau memberikan sembari mencoba menghindar. Mungkin karena terpancing emosi dan terbakar cemburu, pelaku terus mendekati korban.

Lantaran korban tetap tidak mau memberikan HP yang dipegang, akhirnya pelaku merebut paksa. Dia juga memukuli korban berkali-kali, hingga korban menangis kesakitan. Penganiayaan baru terhenti setelah warga datang untuk melerai. 

Peristiwa ini sebenarnya sudah berusaha diselesaikan di Polsek Kedungkandang. Tetapi lantaran tidak ada titik temu, kasusnya diambil alih Polresta Malang Kota. 

Keluarga korban tetap tidak terima kekerasan yang dilakukan pelaku. Akibatnya, pelaku kini diancam pasar 351 KUHP.(rex/agp) 
 


BERITA TERKAIT