PSSI Minta Maaf Soal Perilaku Pendukung Persija dan Persib Usai Final Piala Menpora 2021 | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

PSSI Minta Maaf Soal Perilaku Pendukung Persija dan Persib Usai Final Piala Menpora 2021

  • 26-04-2021
  • Editor :junaedi
  • dibaca :1281
PSSI Minta Maaf Soal Perilaku Pendukung Persija dan Persib Usai Final Piala Menpora 2021 Partai final Piala Menpora 2021. Persija melawan Persib berakhir dengan kemenangan Persija denga agregat 4-1, di Stadion Manahan Solo, Minggu (25/4/2021).(dok.antara)

Klikapa.com -Otoritas sepak bola Indonesia atau  Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) meminta maaf soal aksi suporter Persija Jakarta dan Persib Bandung usai final Piala Menpora 2021.

Persija Jakarta sukses menjadi juara Piala Menpora 2021 usai mengalahkan Persib dengan agregat 4-1 di Stadion Manahan Solo, Minggu (25/4/2021). 

Usai Persija memastikan gelar juara, pendukung Macan Kemayoran secara spontan tumpah ruah di sejumlah jalanan Jakarta merayakan juara. Mereka abai protokol kesehaan (prokes) berkerumun dan konvoi.

Sementara oknum pendukung Persib juga menumpahkan kekecewaan mereka dengan merusak kantor PT Persib Bandung dan melemparinya dengan batu dan suar. Sebagian lain melakukan perusakan terhadap kendaraan pelat B.

"Untuk pendukung Persija sebelumnya kami sudah menjalin komunikasi yang baik dengan Ketua The Jakmania (Diky Soemarno) agar tidak ada suporter yang datang ke stadion, nonton bareng dan melakukan konvoi kemenangan," kata Head of Dept Supporter Development and Fan Engagement PSSI, Budiman Dalimunthe di situs PSSI, Senin (26/4).

"Pengurus Jak Mania sudah memberikan arahan kepada anggotanya untuk tidak melakukan kegiatan-kegiatan tersebut. Bahkan di Solo, pendukung Persija mampu menahan diri untuk tidak merayakan euforia di jalan," tulis dia.

Divisi suporter PSSI, lanjut Budiman juga terus berkomunikasi dengan pentolan Viking Persib Club (VPC) Heru Djoko. Tujuannya sama, supaya suporter tidak melakukan kegiatan terkait pengumpulan massa dalam kondisi yang masih pandemi Covid-19.

"Bobotoh sebelumnya sudah kami edukasi dan berikan arahan kepada mereka agar tidak datang stadion, nonton bareng, konvoi atau membikin kerumunan. Namun mereka secara spontan malah melakukan tindakan-tindakan yang membuat kerugian. Tentu hal ini sangat kami sayangkan dan semoga ke depan tidak terjadi lagi," terang Budiman.

"Terkait euforia spontan di Jakarta dan aksi di Bandung, kami juga mohon maaf. Insya Allah kami akan lebih intens berkomunikasi dengan teman-teman suporter semua klub agar tidak hanya mengawal dan menjaga kondusivitas di


BERITA TERKAIT