PT KAI Pastikan Stop Operasi KA Jarak Jauh 6 - 17 Mei Reservasi Malang. KA Lokal Tunggu Instruksi | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

PT KAI Pastikan Stop Operasi KA Jarak Jauh 6 - 17 Mei Reservasi Malang. KA Lokal Tunggu Instruksi

PT KAI Pastikan Stop Operasi KA Jarak Jauh 6 - 17 Mei Reservasi Malang. KA Lokal Tunggu Instruksi ilustrasi.(ist)

Klikapa.com - PT KAI memastikan seluruh KA jarak jauh dengan relasi Malang tidak dioperasikan mulai 6 Mei hingga 17 Mei mendatang. Ketetapan itu menyusul instruksi Permenhub No 13 Tahun 2021 tentang Pengendalian Transportasi selama Hari Raya Idul Fitri 1442H/2021 dalam Pencegahan Penyebaran Covid-19.

“KA jarak jauh berhenti beroperasi mulai 6 Mei sampai 17 Mei. PT KAI memang masih melayani penjualan tiket untuk jarak jauh. Akan tetapi tidak melayani pemesanan  untuk KA mulai 6 Mei sampai 17 Mei 2021 mendatang,” kata Manager Humas PT KAI Daop 8 Luqman Arif, Minggu (25//4/2021).

Selain itu tambah dia,  sebelum tanggal itu, KA jarak jauh juga tidak ada reservasi tiket untuk perjalanan jarak jauh. 

“Dan dari 4-5 Mei 2021 juga tidak ada penambahan KA jarak jauh yang beroperasi,” ungkapnya. 

Meski begitu, untuk KA lokal, pihaknya menunggu instruksi teknis mengenai hal tersebut. Pasalnya Permenhub yang mengatur hal ini belum mengeluarkan ketentuan operasi KA di daerah. 

“Untuk itu teknis kita masih menunggu,” tandas Luqman.

Menurut Luqman, antusias pengguna moda transportasi KA menjelang masa larangan mudik tidak menunjukan peningkatan signifikan. Itu terlijat Minggu (25/4) hari ini.

Untuk keberangkatan dari Stasiun Kota Malang, dengan 6 KA jarak jauh yang beroperasi, totalnya hanya mengangkut sekitar 722 penumpang. 

“Jumlah KA yang berangkat pada akhir pekan ini tidak mengalami penambahan dari akhir pekan sebelumnya di masa pandemi,” tegasnya.

Sebelum pandemi pada akhir pekan biasa secara total terdapat hingga 39 perjalanan KA per hari. Sejak awal pandemi jumlah perjalanan KA dari Daop 8 Surabaya mengalami penyesuaian kurang lebih 40 persen. 
 


BERITA TERKAIT