Kemensos Hapus 21,15 Juta Data Ganda Penerima Bansos | Portal Berita yang menyajikan informasi dan berita terbaru hari ini

Close

Kemensos Hapus 21,15 Juta Data Ganda Penerima Bansos

  • 22-04-2021
  • Editor :junaedi
  • dibaca :1479
Kemensos Hapus 21,15 Juta Data Ganda Penerima Bansos Menteri Sosial, Tri Rismaharini.(ist)

Klikapa.com -Kementerian Sosial mengaku telah menghapus 21,15 juta data ganda penerima bantuan. Keputusan tersebut dilakukan dengan setelah berkoordinasi dengan lembaga terkait, termasuk penegak hukum.

“Kami telah ‘menidurkan’ data ganda sebanyak 21,15 juta. Jadi kami meminta agar daerah segera mengusulkan nama-nama penerima bantuan. Masukan data baru kami buka karena ada yang meninggal, ada yang pindah, dan sebagainya,” kata Menteri Sosial, Tri Rismaharini, saat memberi keterangan pers di kantornya, Jakarta, Kamis (22/4/2021).

Ia menjelaskan, data ganda yang dimaksud dalam temuan Kemensos adalah namanya ganda, atau mendapat bantuan ganda. Untuk mengatasinya, lanjut Risma, dilakukan dengan cara menghilangkan nama-nama ganda, sehingga tersisa satu nama.

“Ini untuk Program Keluarga Harapan (PKH), dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT),” katanya.

Untuk memastikan akuntabilitasnya, terang Risma, prosesnya akan melalui mekanisme dan  prosedur yang ditetapkan termasuk dengan  menyertakan berita acara.

Mensos memastikan, keputusan tersebut dilakukan dengan terlebih dulu berkoordinasi dengan lembaga terkait. Yakni Kepolisian RI, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), dan Kejaksaan Agung RI.

“Sebelumnya kami sudah melakukan koordinasi dengan Polri, KPK, BPKP, kejaksaan, dan OJK. Hal ini sebagai bentuk transparansi memastikan prosesnya berjalan sesuai dengan ketentuan berlaku,” katanya.

Risma pun menyerukan kepada pemerintah daerah untuk aktif melakukan pemutakhiran data. Termasuk menyerahkan data  baru sesuai dengan siklus pemutakhiran data yang diterapkan Kemensos.

Pihaknya juga Dalam kesempatan tersebut, ia menyatakan, Kemensos mempersilakan daerah untuk menyerahkan data baru atau perbaikan data pada pekan pertama dan kedua setiap bulan. Adapun pekan ketiga dan keempat digunakan untuk mematangkan persiapan penyaluran bantuan dengan berkoordinasi dengan  bank.

Kementerian Sosial mengelola Data terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang meliputi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), Penerima Bantuan dan Pemberdayaan Sosial, serta Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS).

Lanjut dia, DTKS memuat 40% penduduk dengan status kesejahteraan sosial terendah. Berdasarkan Keputusan Menteri Sosial


BERITA TERKAIT